Ribuan warga Tunisia mengadakan aksi demonstrasi di ibukota Tunis atas penayangan sebuah film animasi, yang banyak umat Islam menganggap film tersebut menghujat dan menghina Islam, yang diyangkan oleh sebuah stasiun televisi swasta negara tersebut.
Para demonstran berkumpul di luar kantor perdana menteri Tunisia di ibukota Tunis pada hari Jumat kemarin (14/10).
Seorang ulama di Masjid Al-Fatah di pusat kota Tunis menggambarkan film itu sebagai "serangan serius terhadap agama Islam," Associated Press melaporkan.
Polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan para pengunjuk rasa.
Sementara itu, Nabil Karoui, pemilik stasiun televisi swasta Nessma TV yang menayangkan film tersebut, mengatakan sekelompok pengunjuk rasa kemudian berdemo di luar rumahnya di ibukota pada hari Jumat kemarin.
Karoui meminta maaf karena menyiarkan film kontroversial tersebut awal pekan ini, menyebut keputusan penayangan adalah sebuah "kesalahan."
Banyak komentator mempertanyakan kebijakan penayangan film kontroversial itu menjelang pemilihan Majelis Konstituante di Tunisia, yang akan diselenggarakan pada tanggal 23 Oktober mendatang. (fq/prtv)

Post a Comment