Menteri Amoral & Suka Korupsi Coreng Muka Bangsa














JAKARTA,
 – Kasus korupsi dan perselingkuhan dinilai telah mempermalukan presiden dan turut memperburuk Kinerja Menteri di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II selama dua tahun belakangan ini.
Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Ardian Sopa, mengtakan menurut hasil survei yang dilakukan padai 5 hingga 10 Oktober 2011, tingkat kepuasan publik terhadap KIB Jilid 2 sebesar 31,6 persen.
Artinya, tingkat kepuasan masyarakat itu, menurun drastis bila dibandingkan pada Januari 2010, dan Oktober 2010.
"Kepuasan publik atas kinerja kabinet, Oktober 2011, hanya 31,6 persen," kata Ardian dalam acara jumpa pers yang digelar di Kantor LSI, Minggu (16/10/2011).
Adrian menambahkan,  pada Januari 2010, kepuasan publik atas kinerja kabinet, 52,3 persen, Oktober 2010, 46,5 persen. Turunnya penilaian publik terhadap kinerja para menteri disebbakan berbagai kasus yang menjerat sejumlah pembantu SBY itu.
Kasus-kasus yang menyeret para menteri itu yakni,  kasus korupsi, kesehatan, selingkuh, dan perilaku diskriminatif yang menimpa beberapa menteri di KIB Jilid 2.
LSI berdasarkan surveinya menyebut sejumlah menteri yang terjerat kasus korupsi yakni,  Andi Mallarangen (Menpora), dan Muhaimin Iskandar.
Sementara itu, menteri yang dinilai bermasalah karena melakukan perbuatan tak bermoral yaitu selingkuh, adalah Darwin Zahedy Saleh, Suharso Monoarfa dan Freddy Numberi.
Masyarakat juga menilai adanya beberapa menteri yang bermasalah dengan kesehatan berpengaruh terhadap menurunnya kinerja KIB jilid II yaitu Mustafa Abubakar (Menteri BUMN), dan Endah Rahayu Sedyaningsih (Menkes).
Sementara menteri-menteri KIB Jilid II yang dinilai masyarakat bermasalah melakukan tindakan diskriminatif dan melawan UUD 45 sehingga berpengaruh terhadap persepsi masyarakat terhadap kinerja KIB Jilid 2, adalah Menteri Agama, Suryadharma Ali dalam kasus Ahmadiyah, dan Suswono, Menteri Pertanian, karena tak mampu meredam naiknya harga sembako.[ach/okez]