Pejabat Pertahanan Israel Sebut Hubungan Militer Turki-Israel Masih Berlaku


Hubungan militer Israel dengan Turki masih berlaku, kata seorang pejabat tinggi pertahanan Israel yang mengatakan pada hari Selasa ini (6/9), meskipun adanya deklarasi Turki baru-baru ini yang membekukan secara total kerjasama militer antara sekutu lama mereka.
Pada hari Jumat pekan lalu, Turki mengumumkan pengusiran duta besar Israel terkait atas penolakan Israel untuk meminta maaf atas serangan terhadap sebuah armada bantuan Gaza, juga menunjukkan bahwa Ankara akan memutuskan hubungan substansial militer dengan Tel Aviv.
Namun, berbicara kepada Radio Israel pada hari Selasa ini, Amos Gilad, direktur kebijakan dan urusan politik militer di Kementerian Pertahanan, mengatakan hubungan militer antara Israel dan Turki masih beroperasional, menambahkan bahwa "atase militer Israel tetap melanjutkan tugasnya.
"Turki akan memiliki banyak kehilangan akibat dari perilaku mereka yang ekstrim," kata Gilad, menambahkan bahwa ia merasa bahwa ada ruang di mana Israel telah melakukan manuver.
Sebelumnya pejabat tinggi pertahanan Israel dalam komentar terakhir yang dibuat oleh kepala Komando Depan IDF pada Senin kemarin, menyatakan bahwa Israel di ambang perang habis-habisan di Timur Tengah.
Berbicara kepada Institut Nasional Studi Keamanan pada hari Senin kemarin, Mayor Jenderal Eyal Eisenberg mengatakan bahwa konflik seperti itu berpotensi termasuk penggunaan senjata pemusnah massal, memperingatkan bahwa musim semi Arab bisa berubah menjadi "Musim dingin Islam Radikal".
Dalam komentar yang dibuat kepada Israel Radio dan Radio Angkatan Darat pada hari Selasa ini, bagaimanapun Amos Gilad mengatakan bahwa "kita tidak berada dalam situasi perang, tidak ada skenario seperti itu."(fq/hrzt)