Democrazy: "Pengamat: Banyak Predator Politik yang Tak Punya Malu"



JAKARTA, - Pernyataan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas, bahwa bangsa Indonesia saat ini tengah diserang oleh para penjarah moral, disambut baik oleh pengamat politik UGM Ari Anak Agung. Untuk itu sudah menjadi tanggungjawab KPK menggalang dukungan dan memberantas para penjarah yang makin merongrong NKRI.

“Apa yang dikatakan Busyro itu memang benar, saat ini sudah banyak predator politik yang tak malu menunjukkan hidungnya ke publik. Mereka mendatangi lembaga negara untuk mendapatkan dana bagi kepentingan politik mereka sendiri,” ujar Ari seperti dirilis matanews.com di Jakarta pada 31 Agustus 2011.
Menurut pengamatan Ari, fenomena penjarahan kerap dilakukan oknum politikus yang diduga kuat mendapat perintah dari partai mereka yang tidak lain adalah partai penguasa di DPR RI.
“Busyro dan KPK harus mampu memukul mereka, melalui tuntutan hukum yang tegas, berani dan tidak tebang pilih,” tandasnya sambil menyebut bahwa setiap langkah tegas yang diambil KPK selalu mendapat dukungan dari warga.
Sebelumnya Busyro mengatakan, praktek penjarahan NKRI ini berupa penjarahan moral generasi muda yang tampil dalam praktik kejahatan narkoba dan penjarahan lain yang berupa praktek korupsi. Dimana korupsi ini dilakukan oleh sebagian elite politik yang menyesatkan pemahaman masyarakat melalui pembohongan dan pembodohan.
“Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), APBD, BUMN, dan sejumlah besar sumber daya alam terus- menerus dijarah oleh gerombolan koruptor,” jelas mantan Ketua Komisi Yudisial (KY) pada media saat Sholat Ied di Jogyakarta.
Anggota DPR RI Dari Partai Demokrat (PD) Ramadhan Pohan mengaku setuju dengan pernyataan Busyro, namun mantan jurnalis ini juga menolak mengakui keberadaan banyaknya elite politik yang bergerilya secara besar besaran di instasi negara untuk mendapatkan dana bagi partai mereka.
“Busyro sebenarnya gelisah dan sebal melihat kelakuan para politisi kita. Saya tidak kaget atas statemen nya. Hanya saja, ulah oknum itu tak banyak. Artinya segelintir saja elite politik, tetapi mereka rajin memprovokasi dan bermanuver. Mereka pun lihai memanfaatkan media massa,” kata Ramadhan.
Politisi PAN yang mantan anggota DPR Drajad Wibowo mengatakan, penjarahan bukan hanya dilakukan elit politik, tetapi juga pelaku usaha swasta, birokrasi pusat dan daerah, serta penegak hukum. “Setuju sekali yang harus bekerja keras adalah KPK. Pasalnya, korupsi di Indonesia sudah mendarah daging, dan mereka melakukan korupsi berjamaah. Memberantasnya harus berjamaah juga,” tegas Drajad melalui pesan singkatnya.[ach/matanews/rimanews]