Segerombol Pria Tak Dikenal Tembak Mati Rektor Universitas Islam di Rusia



MOSKOW,  - Rektor Institut Teologi dan Hubungan Internasional Dagestani, Maksud I Sadikov ditembak mati oleh beberapa pria tak dikenal yang dilengkapi senjata.

 
Rektor universitas Islam di Rusia Selatan ini merupakan orang yang mendukung pemerintah dalam menumpas aksi kekerasan di kawasan tersebut.
 
Sadikov melakukannya dengan cara menghidupkan kembali tradisi lokal Islam Sufi. Sufi dinilai akan mengurangi inspirasi dari pelaku bom bunuh diri. Sadikov ditembak mati di kawasan Makhachkala, Ibu Kota Dagestani. Selain itu, pengawal Sadikov juga mati tertembak.
 
Setelah penembakan yang terjadi pada Selasa malam 7Juni 2011, jaksa Rusia belum menahan atau mengidentifikasi pelaku. Selain itu, tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan, seperti dikutip dari NYTimes, Jumat (10/6/2011).
 
Menurut Kementerian Dalam Negeri, para penyerang menembakkan 25 peluru pada dua laki-laki ini. Menurut seorang penyelidik, kemungkinan Sadikov dibunuh karena kegiatan profesionalnya yang vokal menentang perilaku tren ekstremis dalam Islam. Penyelidik menambahkan, selama enam bulan terakhir, Sadikov menerima ancaman terkait pekerjaannya.

Sadikov adalah pendukung gagasan bahwa dukungan negara untuk Sufisme bisa meminimalisir ancaman terorisme di Rusia. Sufisme pernah tersebar luas di Kaukasus Utara namun memudar setelah pecahnya Uni Soviet dan kehadiran pendatang dari Timur Tengah yang menyebarkan Islam Sunni.
Dalam sebuah wawancara pada Februari, Sadikov menyatakan bahwa tidak ada kaum Sufi yang melakukan bom bunuh diri di Rusia. “Salah satu cara terbaik untuk melawan ideologi ekstremisme adalah pendidikan agama yang baik,” jelasnya. Menurutnya, pendidikan Islam yang moderat adalah “anti-racun” terbaik dalam melawan terorisme. 
 
Selama satu dekade terakhir, militan mengirim puluhan pelaku bom bunuh diri ke kota-kota di Rusia pusat, termasuk Moskow. Dalam 18 bulan terakhir, 76 orang tewas dalam serangan di kereta bawah tanah Moskow dan di bandara.
 
Sadikov menyatakan strateginya adalah mencegah ide dari Islam radikal yang merekrut para pemuda. Di Rusia selatan, seperti di Irak dan Afghanistan, sebagian besar pelaku bom bunuh diri adalah penganut sekte fundamentalis Sunni, termasuk Salafi.
 
Universitas Sadikov bertujuan mendidik guru sekolah dasar untuk proyek percontohan mengajar Islam Sufi di sekolah umum. Tahun ini, ada 1.300 mahasiswa yang terdaftar, menjadikannya sebagai upaya terbesar di Kaukasus Utara. [mam/oke /RIMANEWS]