Presiden Saleh Kabur, Kondisi Yaman Sulit Diprediksi

- Suasana bingung melanda Yaman setelah Presiden Ali Abdullah Saleh terbang ke Arab Saudi untuk menjalani perawatan, sehari setelah dia mengalami luka-luka.  Banyak yang bertanya apakah Saleh --yang beberapa kali berjanji akan menyerahkan kekuasaan-- akan kembali ke Yaman atau langsung mengasingkan diri.
Kepergian Saleh membuat posisinya menjadi semakin lemah.
Pemberontakan yang menuntut agar Saleh meninggalkan kekuasaan menyulut tindak kekerasan yang kini membawa Yaman ke ambang perang saudara.
Penjabat Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi akan bertemu dengan para petinggi militer dan putra-putra Saleh, kata laporan televisi al-Arabiya mengutip berbagai sumber, MInggu (5/6).
Saleh terbang ke Ibu Kota Saudi, Riyadh, Sabtu lalu dengan pesawat medis untuk menjalani perawatan karena luka yang dideritanya akibat serangan roket terhadap istana presiden. Selama seharian Sabtu (4/6), sempat tidak jelas di mana dia berada.
Sumber-sumber di Yaman mengatakan bahwa satu serpihan bom terselip di bawah jantungnya dan dada serta wajahnya mengalami luka bakar.
Seorang diplomat salah satu negara Teluk mengatakan, keputusan untuk memindahkan Saleh ke Riyadh diambil setelah para dokter Saudi berkonsultasi dengan tim medis Jerman.(bb/MI)