Innalillahi wa inailaihirojiun: Perempuan Tua Mati Kelaparan di Tepi Jalan Raya

14344-dimiskinkan.jpg (240×182) Jember- Lagi-lagi dampak kemiskinan harus kembali merenggut nyawa manusia. Seorang perempuan tua dengan kondisi badan sangat kurus ditemukan tewas terkapar, di tepi jalan raya area lahan Perhutani RPH Garahan Kecamatan Silo. Perempuan itu diduga meninggal karena kelaparan.


Jasad perempuan tak dikenal itu ditemukan Mulyono (51), warga Dusun Curah Dampar, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, Sabtu (18/6/2011) malam. Saat melintas menuju kebun, ia melihat sosok yang terbujur kaku.
Mayat itu memiliki ciri-ciri: tinggi badan 150 centimeter, diperkirakan berusia 75 tahun. Kulit sawo matang, dan kondisi badan yang kurus. Badannya kumuh dan tak terawat.
Penemuan itu menggegerkan warga. Aparat Kepolisian mengevakuasi mayat itu ke puskesmas Silo. "Kami duga mayat itu gelandangan dan pengemis," kata Kepala Unit Reserse dan Kriminal Kepolisian Sektor Silo, Ajun Inspektur Satu Haryono, Minggu (19/6/2011).(beritajatim.com/ndr)
Dan, hari-hari ini di Jakarta, berbagai media massa melaporkan kalau elit-elit negeri ini saban hari hiruk pikuk pesta pora unjuk kekuatan dan kekuasaan demi melangengkan kekuasaan MENJUAL NAMA RAKYAT dengan berbinar-binar.
Dan hari-hari ini, di tanah air ini, rakyat selalu saja masih menjadi tumbal keangkuhan dan kepongahan. Di bawah cuaca otoritas politik yang terlalu "pura-pura" mesra mendekap, bahkan rakyat hampir tak bisa bergerak, bernafas dan berteriak!.
Ini semua terjadi karena orang miskin memang bukan apa-apa, mereka angka nol, dan orang miskin akan bernilai saat terjadi ajang perebutan kekuasaan dan kekuatan.  Sumber gambar CNN