Inilah Demokrasi: "Demokrat Usung Sri Mulyani di Pilpres 2014, Bukti Politik Saling Sandera!"


JAKARTA,  - Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Achmad Mubarok mengatakan hingga kini di Demokrat belum ada figur yang cocok untuk menggantikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Pemilu Presiden 2014. meski belum ada figur, namun Mubaraok berharap akan ada tokoh muda yang akan muncul pada 2014 nanti.
"Saya termasuk yang percaya dengan fenomena sosiologis. Jika akan ada orang-orang baru yang akan muncul. Karena wajah-wajah yang ada sekarang wajah-wajah zaman dulu," ujar Mubarok di Universitas Airlangga,
Kata Mubarok, untuk Partai Demokrat sendiri sejak awal tidak memasang target jika calon presiden yang akan diusung itu harus dari kader Demokrat sendiri. Demokrat berpikir untuk calon Presiden tidak harus dari Demokrat tapi siapa saja yang relevan dengan agenda nasional pada saat itu. *
"Trah SBY tidak ada. Calonnya bisa dari luar bisa dari dalam. Bergantung siapa yang relevan dengan agenda nasional saat itu," ujar Mubarok. *
Menurutnya, nama Sri Mulyani orang yang patut dipertimbangkan. Kata dia, Sri Mulyani termasuk aset Partai Demokrat. Sri Mulyani dianggap menguasai makro ekonomi, tinggal mencari yang menguasai mikro ekonomi sebagai wakilnya. * "Menurut saya Siti Mulyani itu aset. dan dia bukan dibuang. Melainkan ditaruh di pertapaan kemudian menjadi satrio pingit. Namun itu belum tentu juga akan dicalonkan oleh Demokrat," ujar Mubarok. *
Sedangkan Mahfud MD menurut Mubarok, sesungguhnya tokoh hebat. Cuma mestinya sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi mesti bersikap seperti "legal saint" yang mirip pertapa. *
"Masa melayani Ruhut. Namun siapa tahu dia nanti akan berubah," pungkas Mubarok.
Cacat Srimulyani
Pengamat politik Nehemia Lawalata menilai, ada sejumlah cacat yang telah ditorehkan Sri Mulyani di republik ini. Sehingga, menurut Nehemia, jika Sri Mulyani terpilih menjadi presiden nantinya, ada ancaman tersendiri yang akan menggrogoti kedaulatan ekonomi negeri ini. Karenanya, rakyat harus berpikir dua kali untuk memilihnya jika memang yang bersangkutan mencalonkan diri sebagai capres 2014 nanti.
Nehemia mencatat sejumlah cacat track record Sri Mulyani di antaranya:
  1. Ada 14 RUU bidang ekonomi dan keuangan yang penyusunannya diintervensi dan sarat kepentingan AS, IMF dan World Bank
  2. Menerbitkan SUN, ORI dan Surat utang RI lainnya dengan bunga tertinggi sedunia (9 - 11 %)
  3. Memberikan jaminan pada investor/spekulan asing untuk mendapatkan keuntungan maksimal dengan cara menekan nilai rupiah.
  4. Akibat rupiah dipatok rendah, ekspor hancur, impor bengkak, Indonesia jadi negara konsumer, semuanya beli produk asing
  5. Program reformasi birokrasi di depkeu era Sri Mulyani hanya slogan kosong. Cuma naikkan gaji dan boroskan APBN 47 Triliun/tahun
  6. Mental dan moral PNS depkeu makin hancur. Sudah terima tunjangan sampe 50 jt/ bulan, korupsi jalan terus !
  7. Semua institusi keuangan nasional diarahkan dan digencet agar dapat dikuasai asing.
  8. Setiap ada keputusan strategis, Sri Mulyani selalu menghubungi pejabat tinggi World Bank dan IMF.(ian/oz/RIMANEWS)