KABUL - Delapan tentara AS tewas oleh bom pinggir jalan di Afghanistan selatan, Kamis (27/5). Militer AS mengatakan ledakan bom tersebut adalah serangan tunggal paling mematikan terhadap pasukan asing dalam sebulan terakhir.
Kekerasan di Afghanistan meningkat dalam beberapa pekan terakhir seiring dengan kian intensifnya "serangan musim semi" yang dilancarkan gerilyawan Taliban.
Komandan militer AS memperingatkan bahwa gelombang kekerasan dan serangan balik milisi akan terjadi, setelah pasukan agresor yang dipimpin NATO mengklaim telah menguasai wilayah-wilayah pemberontak di selatan dalam setahun terakhir.
Bom Kamis tersebut adalah serangan tunggal terburuk terhadap pasukan asing sejak delapan petugas dinas rahasia dan kontraktor AS ditembak mati oleh pilot angkatan udara Afghanistan di bandara militer di Kabul pada 27 April lalu.
Pentagon dan pasukan internasional pimpinan NATO (ISAF) di Afghanistan awalnya mengatakan tujuh tentaranya tewas, namun kemudian menambahkan, ada lagi yang tewas hingga berjumlah delapan orang.
Secara terpisah, salah seorang anggota pasukan koalisi mengatakan, satu prajurit ISAF tewas pada Kamis (26/5), ketika sebuah helikopter jatuh di Afghanistan timur. "Penyebab kecelakaan tersebut kini sedang diselidiki," ujarnya.
Perang Afghanistan yang hampir berjalan satu dekade semakin tidak populer di AS. Dari sekitar 2.480 pasukan asing yang tewas di Afghanistan sejak 2001, lebih dari 1.580 adalah tentara AS.

Post a Comment