JAKARTA, - Kritik keras para tokoh lintas agama telah disampaikan sejak Januari lalu, saat dikemukakan soal kebohongan pemerintahan SBY. Namun hingga kini tidak ada perubahan apa pun dalam kebijaan pemerintah.
Hal ini diungkapkan Ketua KWI (Konferensi Waligereja Indonesia) Mgr MD Situmorang dalam jumpa pers usai pertemuan bersama tokoh lintas agama di Maarif Institute, Jakarta, Selasa (5/4/2011).
Pertemuan itu dihadiri beberapa tokoh lintas agama dan badan pekerjanya. Antara lain Syafii Maarif, Sholahudin Wahid, Pendeta Andreas Yewangoe, Mgr Situmorang, Romo Benny Susetyo, Dedy Julianto, Johan Effendi, Sri Palupi dan Fajar Riza ul Haq.
"Tidak ada tren positif terkait apa yang kami katakan kepada Presiden pada bulan Januari lalu. DPR pun sibuk dengan fasilitasnya (pembangunan gedung baru). Itu menunjukan tidak pekanya terhadap realita hidup kebangsaan," ungkap MD Situmorang.
Sementara itu Badan Pekerja tokoh lintas agama Fajar Riza ul Haq memperkuat pernyataan Mgr MD Situmorang tersebut.
"Tidak ada tanggapan dari kritikan moral dari tokoh lintas agama tersebut," ujar Fajar Riza.
Begitu juga dengan Johan Effendi. Menurutnya, ketidakpedulian pemerintah atas kritik tokoh lintas agama tersebut semakin menyengsarakan rakyat. "Buat kami satu atau sejuta rakyat yang sengsara sama saja. Tetap tersakiti," tegas Johan.(mi/ian/RIMANEWS)

Post a Comment