Amerika Serikat telah menyatakan keprihatinan mereka kepada kubu oposisi Libya terkait tentang laporan bahwa al-Qaidah telah memperoleh senjata di Libya bagian timur, juru bicara Departemen Luar Negeri Mark Toner, mengatakan Senin kemarin (4/4).
"Kami menyadari adanya laporan-laporan ini dan hal ini telah menjadi salah satu topik pembicaraan kami dengan pasukan oposisi," kata Toner kepada wartawan. "Kami telah sangat jelas menunjukkan keprihatinan kami dan mereka telah berjanji bahwa mereka akan menyelidiki informasi ini."
Sebuah sumber keamanan senior di Aljazair mengatakan kepada Reuters bahwa Al-Qaidah telah memanfaatkan konflik di Libya untuk memperoleh senjata, termasuk rudal dari darat ke udara, dan menyelundupkan senjata-senjata itu ke basis mereka di Mali utara.
Pemerintah Barat menuntut pemimpin Libya Muammar Gaddafi untuk mundur setelah pasukannya menumpas pemberontakan dengan brutal yang menentang pemerintahannya, tetapi beberapa pemerintah di wilayah tersebut menyatakan bahwa Al-Qaidah dapat bergerak bebas jika terjadi kekosongan kekuasaan.
Toner mengatakan dia tidak tahu apakah pemerintah AS memiliki informasi akurat yang menyatakan al-Qaidah telah memperoleh senjata di Libya atau apakah keprihatinan tersebut didasarkan pada laporan yang diterbitkan.(fq/reu)

Post a Comment