Surat kabar Mesir “Asy-Syuruq” mengutip dari Akef yang mengatakan: “Jamaah akan menyambut hal ini, sebab ini merupakan hasil dari pengalaman demokratis, selama pemimpin Kristen ini dihasilkan melalui pemilu, dan diterima oleh anggota Majelis Umum partai, serta akan mengikuti semua program partai dalam semua aspeknya.”
Sementara hubungan jamaah dengan partai yang akan didirikannya, maka Akef menjelaskan bahwa “Ikhwanul Muslimin adalah lembaga Islam universal yang memiliki banyak kewajiban, baik ekonomi, dakwah, seni, atau pendidikan. Sementara partai merupakan front politik bagi orientasi Islam umumnya, dan khususnya Ikhwanul Muslimin.”
Ia mengatakan bahwa partai akan benar-benar independen dari jamaah. Namun partai akan menjadi representatif bagi pandangan Ikhwanul Muslimin di panggung politik.
Dalam kesempatan ini, Akef menyerukan agar partai “Kebebasan dan Keadilan” belajar dari pengalaman Turki dan pengalaman partai “Keadilan dan Pembangunan” yang berkuasa di Turki dalam hal administrasi, ekonomi dan pendidikan, dan bukan dalam hal kebijakan luar negerinya, yang mungkin tidak sejalan dengan kebijakan partai yang didirikan oleh Ikhwanul Muslimin (islamtoday.net, 2/4/2011).

Post a Comment