Putra-putra Gaddafi Timbun Jutaan Dollar di Australia

TRIPOLI (Berita SuaraMedia) – Putra-putra diktator Libya Moammar Gaddafi mungkin telah menimbun jutaan dolar uang minyak dalam investasi tersembunyi Australia dalam serangkaian kunjungan ke Sydney, Perth, dan Queensland selama sembilan tahun ini. Dalam sebuah kunjungan ke Sydney tahun 2006, apartemen senilai jutaan dolar di Circular Quay dan beberapa unit apartemen berkamar tiga di Kent Street senilai enam juta dolar diinspeksi.
Yang berada dalam perburuan real estat adalah Saif al Islam Gaddafi, putra kedua dan pewaris tahta ayahnya, ujar Sydney Morning Herald melaporkan.
Namun, Ken Bowditch, mantan detektif senior New South Wales yang memberikan pengamanan pada keluarga Gaddafi di Australia, mengatakan telah melihat-lihat, dan menambahkan bahwa tidak ada kesepakatan yang telah dibuat.
Bowditch mengatakan bahwa jika mereka telah menghabiskan jutaan dolar seperti yang disebutkan, maka akan melalui saluran lain.
Perusahaan Bowditch, Dalmore Security, yang memberikan pengamanan pada pengusaha dan selebriti, telah berurusan dengan Gaddafi bersaudara sejak tahun 2002.
Bowditch juga menemani beberapa pengusaha Australia untuk bertemu dengan Saif al Islam di Libya pada tahun 2007 untuk membahas beberapa perkembangan.
Setelah tahun baru 2009, media Barat melaporkan bahwa Saif membayar Mariah Carey satu juta dolar untuk menyanyikan hanya empat lagu dalam sebuah pesta di Kepulauan Karibia, St. Barts.
Dalam koran yang dikendalikannya, Seif dengan jengkel membantah laporan tersebut. Orang yang sangat boros, ujarnya, adalah saudaranya, Muatassim, menjabat sebagai penasihat keamanan nasional Libya.
Muatassim jugalah yang meminta 1.2 milyar dolar di tahun 2008 dari kepala perusahaan minyak nasional Libya, yang dilaporkan untuk membangun milisinya sendiri. Itu akan memungkinkannya untuk menyamai saudara lainnya, Khamis, komandan pasukan khusus yang efektif melayani sebagai unit perlindungan rezim.
Sementara itu, pertemanan antara pemodal eksentrik Nat Rothschild, 39, keturunan salah satu keluarga Yahudi paling terkemuka di Eropa, dengan putra Gaddafi, Saif, adalah luar biasa.
Kolonel Gaddafi menyita semua properti Yahudi di Libya ketika dia berkuasa.
Semua hutang kepada Yahudi dibatalkan dan emigrasi dilarang secara hukum.
Tapi di tahun 2004, Gaddafi mengatakan akan membahas pemberian kompensasi pada warga Yahudi yang disita harta bendanya.
Disebutkan bahwa Saif berada di balik langkah tersebut. (rin/nk/dm/nd) www.suaramedia.com