Di awal tulisannya, Gilad mengingatkan dengan siapa bangsa Yahudi Israel berurusan, yaitu bangsa Palestina. Dia mengumpamakan bangsa Palestina sebagai binatang liar yang buas lalu dipakaikan setelan jas lengkap dengan dasi sutera layaknya pria Inggris tulen. Tak lupa sebuah topeng dipasangkan ke wajahnya.
Setiap bulan purnama tiba atau jika ada sesuatu yang membuat binatang itu marah--seperti makanan yang tidak enak, maka binatang buas itu akan semakin beringas dan siap memangsa korban buruannya. Demikian Gilad menggambarkan insting kebinatangan bangsa Palestina.
Lebih lanjut Gilad mengatakan, bahwa bangsa Palestina lahir karena adanya Zionisme.
"Kita punya sejarah dan budaya berumur ribuan tahun, kita memiliki sebuah masyarakat yang maju dan teratur--sementara mereka hanyalah cabang dari zionisme kita. Keseluruhan cerita bangsa mereka, lahir karena zionisme. Bahkan penyebutan atas diri mereka sendiri sebagai bangsa tidak akan ada tanpa keberadaan kita."
Kata Gilad, bangsa Palestina memandang dirinya sendiri lewat sosok Israel. "Semakin kita sukses dan maju, semakin tinggi kebencian mereka" katanya.
Di bagian akhir tulisannya Gilad menunjukkan ciri khas kesombongan Yahudi.
"Kita adalah bukti bahwa melakukan hal yang berbeda itu adalah mungkin, bahwa kegagalan bukanlah hasil dari takdir, melainkan akibat dari keputusan dan tindakan."
Sebagai penutup, Gilad mengingatkan lagi bangsa Yahudi Israel akan musuh yang mereka hadapi, yaitu bangsa Palestina.
"Keamanan kita harus selalu tetap berada di tangan kita sendiri" pungkasnya.*
Hidayatullah.com-

Post a Comment