Inilah Demokrasi : FBI Peras Muslim Jadi Mata-mata Atau Masuk Daftar Hitam


ILLINOIS ) – Di dalam apa yang bisa disebut sebagai episode memalukan yang melibatkan daftar hitam penerbangan pemerintah di era terorisme, seorang Muslim 31 tahun dari Illinois mengatakan bahwa FBI menawarinya untuk menyingkirkan namanya dari daftar tersebut jika ia melakukan pekerjaan menyamar di Masjid-masjid, kantor berita Associated Press memberitakan.
Abe Mashal, pria tersebut, mengatakan bahwa agen FBI memberitahukan bahwa ia akhirnya berada pada daftar larangan terbang pemerinah karena ia bertukar surat elektronik dengan seorang ulama Muslim yang sedang mereka awasi.
Topik surat tersebut: Bagaimana membesarkan anak-anaknya dalam sebuah rumah tangga dengan agama yang berbeda.
Mashal, seorang mantan Marinir dari St. Charles, III, menemukan bahwa dirinya telah ditandai sejak April lalu, ketika ia berusaha untuk naik sebuah penerbangan ke Spokane, Washington, untuk melatih anjing seorang klien.
Sejak saat itu, anggota keluarganya telah diintergogasi, dan ia mengatakan bahwa ia kehilangan bisnis karena ia tidak diperbolehkan terbang.
Mashal, yang mengatakan bahwa ia tidak pernah memiliki hubungan dengan teror atau teroris dan ia adalah seorang "patriotis", berhenti dengan terhormat sebagai veteran Korps Marinir.
Mashal adalah salah satu dari 17 penggugat dalam tuntutan hukum yang diajukan pada bulan Juni oleh Persatuan Kebebasan Sipil Amerika atas daftar tersebut.
Agen FBI menanyainya di Bandara Midway Chicago, kemudian di rumahnya. Pada akhirnya ia diminta datang ke sebuah hotel di Schaumburg, di mana lebih banyak agen FBI yang mengatakan bahwa ia ditempatkan pada daftar larangan terbang karena sebuah surat elektronik yang ia telah kirim kepada seorang imam, atau ulama Muslim, yang telah mereka awasi.
Mashal mengatakan bahwa ia pada saat itu mencari nasihat dari imam tersebut tentang membesarkan anak di sebuah rumah tangga dengan agama campuran.
Mashal adalah seorang Muslim, dan istrinya adalah seorang Kristen.
Agen tersebut menawarkan untuk membuatnya keluar dari daftar tersebut jika ia akan menjadi seorang informan yang menyamar di Masjid, Mashal mengatakan. Ia menolak dan mengatakan bahwa ia merasa bahwa ia sedang diperas.
"Saya merasa bahwa saya seperti tinggal di negara komunis Rusia, bukan di AS, untuk beberapa tiba-tiba masuk ke dalam kehidupan saya begitu saja," ia mengatakan.
FBI dan Departemen Keamanan Dalam Negeri, yang memberlakukan daftar larangan terbang tersebut, menolak untuk memberikan komentar pada kasus tersebut.
Setidaknya, mashal adalah salah satu dari beberapa penggungat dalam sebuah tuntutan hukum yang diajukan oleh Persatuan Kebebasan Sipil Amerika atas daftar larangan terbang rahasia tersebut.
Mashal dapat mengkonsultasikan dengan menyadari bahwa namanya bukanlah satu-satunya yang tidak mustahil untuk dimuat di dalam daftar larangan terbang.
Kembali pada tahun 2004, sebuah peristiwa memalukan lainnya, seorang pria terhormat dari New England diinterogasi di beberapa bandara Pantai Timur sebelum namanya dihapuskan dari daftar tersebut. Pria tersebut adalah Senator Edward M. Kennedy (Demokrat-Massachusset). (ppt/ct/mj)www.suaramedia.com