Ini terjadi sementara Gaddafi "memberikan rakyatnya hanya dengan dua pilihan ... entah dia diperbolehkan untuk memerintah mereka atau membiarkan dia membunuh mereka," dia menyesalkan.
Maksoud juga memperingatkan terhadap tindakan sepihak terhadap bangsa Afrika Utara, mengatakan apapun "metode penegakan hukum terhadap Libya harus disetujui oleh PBB" dan itu harus dalam bentuk pasukan internasional."
Mantan utusan Liga Arab itu berpendapat bahwa aksi militer atau menyatakan zona larangan terbang ke Libya harus diputuskan secara kolektif.
"Ini harus disahkan oleh Dewan Keamanan tanpa ada yang memveto itu, yang berarti bahwa Cina dan Rusia harus dimasukkan dalam keputusan tersebut," katanya.
Revolusi Libya, terinspirasi oleh revolusi baru-baru ini di Mesir dan Tunisia, terpicu semenjak hampir dua minggu yang lalu.
Penumpasan oleh rezim Libya terhadap para demonstran anti-pemerintah telah menyebabkan ribuan orang tewas sejauh ini.
Gaddafi, bagaimanapun, telah bersumpah untuk tetap berkuasa meskipun fakta bahwa sebagian besar negara, kecuali untuk ibu kota Tripoli, telah datang di bawah kendali pasukan anti-pemerintah dan mantan menteri kehakiman telah membentuk pemerintahan transisi.
Ribuan orang Libya telah melarikan diri ke negara-negara tetangga, Mesir, Tunisia dan negara-negara Eropa lainnya seperti Italia.
Revolusi di negara kaya minyak Afrika Utara itu juga menyebabkan kenaikan signifikan dalam harga minyak dunia.
Amerika Serikat dan pemerintah asing lain membahas opsi militer untuk menangani Libya pada hari Senin sementara Gaddafi mengejek ancaman terhadap pemerintahannya.
Pentingnya Libya di mata barat sebagai penghasil minyak juga diungkapkan oleh Menteri Kesehatan Lebanon Karam Karam. Dalam wawancara terpisah dengan Press TV ia mengatakan bahwa sumber daya alam pasti memainkan peranan besar.
"Kita semua tahu minyak merupakan senjata strategis. Kebetulan Libya adalah salah satu produsen utama minyak, dan itulah mengapa barat memiliki begitu banyak kepentingan. Karena Libya menghasilkan minyak yang banyak dan karena Eropa, dan terutama Italia, begitu banyak bergantung pada minyak Libya, banyak dari mereka yang siap untuk melupakan apa yang dilakukan oleh diktator itu hanya karena Libya memasok minyak mereka pada harga yang mereka inginkan.
"Itu sebabnya minyak memainkan peran utama, dengan mengingat bahwa perekonomian merupakan faktor penting untuk penentuan kebijakan, tidak hanya di dunia Arab, tetapi juga di Eropa dan masyarakat internasional. Tidak peduli apa yang negara produsen minyak katakan tentang produksi minyak, minyak di Libya merupakan faktor penting."
Menurutnya minyak memainkan bagian penting dalam keputusan masyarakat internasional. "Masyarakat internasional, khususnya Amerika Serikat lupa apa yang telah telah dilakukan diktator Libya - mengenai insiden Lockerbie - hanya untuk satu alasan tertentu dan karena mereka ingin menjaga minyak Libya tetap mengalir ke pipa mereka."
Namun, ia mengatakan bahwa ia masih percaya bahwa orang-orang Libya mampu memecahkan masalah mereka sendiri.
"Sayangnya, negara-negara Arab, khususnya liga Arab, telah begitu tidak efisien selama bertahun-tahun dan tidak mungkin memainkan peran positif dalam apa pun yang terjadi di banyak negara anggotanya." (iw/ptv) www.suaramedia.com

Post a Comment