JAKARTA (Berita SuaraMedia) - Wakil Ketua DPD RI Laode Ida memiliki pandangan yang sangat berbeda dengan sejumlah aktivis Hak Asasi Manusia (HAM). Menurut Laode, untuk dapat keluar dari persoalan Ahmadiyah yang berlarut-larut, maka aliran tersebut harus dikeluarkan dari Islam atau dibubarkan. "Harus tegas, jangan berputar-putar lagi. Keluarkan Ahmadiyah dari Islam atau bubarkan saja. Itu jalan keluarnya," ujar Laode dalam diskusi Perspektif Indonesia di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Jumat (11/2/2011) siang.
Menurut Laode, persoalan Ahmadiyah ini jangan melulu berputar pada penegakan HAM. Pembubaran Ahmadiyah ini, sambung Laode, tidak akan bertentangan dengan konstitusi. Karena menurutnya kepentingan berbangsa dan bernegara harus diutamakan.
"Konstitusinya perlu dilihat dalam konteks yang benar. Negara ini jangan dibiarkan terus kacau," terangnya.
"Jangan biarkan satu masyarakat banyak terus berkonflik karena kelompok kecil pengganggu," sambungnya.
Sebelumnya, usulan ajaran Ahmadiyah untuk menjadi agama baru terus bergulir dari banyak kalangan. Dukungan tersebut juga datang dari Front Pembela Islam (FPI) yang meminta agar Ahmadiyah dibentuk menjadi agama baru di luar agama Islam.
Ketua FPI Depok Habib Idrus Al Gadhri mengatakan Ahmadiyah harus menjadi agama baru dan tak boleh menyerupai islam. Hal itu, kata Idrus, yakni tak boleh mengikuti ajaran islam sesuai rukun islam yakni salat lima waktu, puasa, hingga zakat, dan ibadah haji.
“Tak boleh ada dua kalimat syahadat, tak boleh serupa dengan islam, harus bikin agama sendiri kami dukung itu,” katanya.
Saat ini yang harus dilakukan pemerintah, kata dia, adalah menangkap pemimpin Ahmadiyah agar diproses ke meja hijau. Sementara pengikutnya menjadi tanggung jawab negara untuk dibina kembali ke ajaran islam sesuai dengan aqidah.
“Bubarkan, tangkap pemimpinnya yang telah melecehkan agama islam, pengikutnya harus dibina, kalau tidak begitu Ahmadiyah akan menjadi api dalam sekam, seluruh asatidz juga sudah gerah menghadapi mereka,” tandasnya. (fn/dt/ok) www.suaramedia.com

Post a Comment