Pastor Katolik Ketahuan Rampok Tulang "Anak Suci"

LONDON (Berita SuaraMedia) – Seorang pastor Katolik dituding telah mencuri mayat setelah sisa-sisa jasad seorang anak di Midlands digali kembali dari kuburannya. Romo Wojciech Jasinski, 40, dituding secara ilegal telah menggali tulang belulang dari Witold Orlowski, nama sang anak.
Gereja Katolik Polandia mendukung kampanye penahbisan Witold sebagai orang suci setelah ia meninggal di sebuah desa di Meksiko pada 1944 silam.
Witold yang meninggal pada usia 14 tahun itu berdoa kepada Tuhan agar mengambil saja nyawanya ketimbang nyawa seorang pastor di desa itu yang menderita sakit parah.
Sang pastor akhirnya sembuh dan Witold meninggal dunia.
Jasinski ditangkap setelah polisi menerima pengaduan bahwa sisa-sisa jasad Witold tak didapati di makamnya di St. Raphael’s Convent di Bullingham, Herefordshire.
Polisi mendapatkan kembali tulang belulang tersebut di Fawley Court di Oxfordshire, tempat ibunda Witold dimakamkan.
Zofia Orlowski, yang membawa sisa-sisa jasad putranya ke Inggris pada 1953, bekerja di Fawley Court pada 1960 dan dikuburkan di sana pada 1995.
Fawley Court telah menjadi milik ordo religius Jasinski, Marian Fathers, selama bertahun-tahun.
Witold dimakamkan dengan upacara pemakaman kepahlawanan sebelum sisa-sisa jasadnya dibawa ke Inggris oleh ibunya sepuluh tahun kemudian. Keluarganya berada di Meksiko setelah melarikan diri dari Polandia pada permulaan Perang Dunia II.
Fawley Court adalah sebuah rumah dari abad ke-17 yang dimiliki ordo keagamaan Jasinski, Marian Fathers, sebelum akhirnya dijual kepada dermawan Aida Hersham dan rekannya, Patrick Sieff, pewaris Marks and Spencer.
Jasinski ditangkap tahun lalu dan dituding telah menggali dan memindahkan tulang belulang bocah 14 tahun itu dari St. Raphael’s Convent pada sekitar Oktober 2009 lalu.
Biara itu kemudian dijual dan dijadikan perumahan.
Kepolisian West Mercia diyakini menemukan kembali sisa jasad Witold di Fawley Court dan mengatur agar sisa jasad itu dikuburkan kembali di sana, di makam mendiang ibunya.
Para personel Kepolisian Thames Valley, mewakili Kepolisian West Mercia, menghadiri upacara pemakaman kembali yang juga dipandu seorang pastor Polandia tersebut.
Seorang juru bicara kepolisian berkata, "Kami menggali kembali kotak itu untuk melihat apakah ada sisa (jasad) di dalamnya."
"Ada seseorang dari dinas kesehatan setempat di sana, dan ada sekitar lima atau enam orang anggota keluarga yang turut hadir," tambahnya.
"Seorang pastor Polandia memimpin misa pemakaman dan kami menguburkan anak itu bersama dengan ibunya. Makam ibunya ditandai dengan sebuah batu," katanya.
Jasinski dihadapkan pada tuduhan menggali mayat dari kuburan dan akan hadir di pengadilan Worcester Crown pada 3 Mei mendatang. (dn/dm) www.suaramedia.com