"Saya melarang Davis diserahkan pada pemerintah AS. Apakah ia memiliki kekebalan diplomatik atau tidak, pengadilan yang akan memutuskan," kata Chaudhry.
"Surat perintah yang dikeluarkan menyatakan bahwa namanya masuk dalam ECL (Exit Control List). Persidangan kasus ini ditunda selama 16 hari," sambungnya.
Davis berurusan dengan hukum di Pakistan setelah ia menembak dua warga Pakistan di Lahore yang sedang mengendarai sepeda motor pada Jumat, pekan kemarin. Dalam insiden itu, satu orang warga lainnya tewas setelah ditabrak oleh kendaraan milik konsulat AS yang melaju kencang
Peristiwa yang terjadi di tengah hari bolong itu, memicu aksi protes ratusan warga Lahore pada Senin kemarin. Mereka menuntut agar Davis dieksekusi. Para pengunjuk rasa mengancam akan menggulingkan pemerintah Pakistan jika tidak menghukum gantung Davis.
Kasus ini menimbulkan banyak pertanyaan yang tak terjawab, termasuk pertanyaan apa yang sedang dilakukan pegawai kedutaan besar AS itu dan mengapa ia membawa senjata. Polisi Pakistan mengatakan bahwa Davis ditangkap karena membawa pistol jenis Baretta secara ilegal. Sedangkan Davis beralasan pistol itu ia bawa untuk melindungi diri.
Sementara media massa Pakistan menyebutkan bahwa Davis adalah agen AS yang juga bekerja pada perusahaan jasa keamanan swasta Blackwater yang reputasinya terkenal buruk karena kerap melakukan kekerasan terhadap warga sipil.
Anggota Kongres AS yang datang ke Pakistan hari Senin kemarin, mendesak Presiden Pakistan Asif Ali Zardari untuk membebaskan Davis. Namun menurut juru bicara Perdana Menteri Pakistan, pihaknya meminta Washington untuk menghormati hukum Pakistan (ln/prtv)

Post a Comment