Militer Mesir Ancam Akan Lakukan "Tindakan" Terhadap Demonstran


Militer Mesir mengancam akan melakukan tindakan yang belum ditentukan jika para demonstran menolak pengalihan kekuasaan kepada Wakil Presiden Omar Suleiman pada saat Presiden Hosni Mubarak masih tetap di kantor pemerintahannya.
Mubarak menyatakan pada hari Kamis kemarin (10/2) bahwa dirinya tidak akan mengundurkan diri dan mengalihkan beberapa kekuasaannya kepada Sulaiman, bersamaan dengan aksi unjuk rasa pro-demokrasi terus berlangsung hingga hari Jumat ini (11/2).
Permintaan nasional dari para demonstran adalah pengunduran diri segera Mubarak dari jabatannya.
Presiden Mubarak mendapat kecaman keras dari Presiden AS Barack Obama, yang mengatakan Mubarak telah gagal untuk menenangkan para demonstran Mesir
Para pengunjuk yang rasa di Mesir menuntut adanya pemerintahan sipil, bukan rezim militer. Mereka meneriakkan "tidak untuk Mubarak, tidak untuk Suleiman."
Suleiman sendiri telah menyerukan kepada demonstran untuk mengakhiri aksi mereka menduduki Tahrir Square.
Meskipun adanya peringatan itu, ribuan demonstran berkumpul di luar gedung televisi negara di Kairo, menyerukan pengunduran diri segera Mubarak.
Demonstran di Tahrir Square bersiap-siap untuk menggelarkan aksi mereka dengan berdemo di depan istana presiden, aksi ini rencananya akan dilangsungkan setelah shalat Jumat.(fq/prtv)