ARMIDA S ALISJAHBANA/IST |
Ketika hal ini ditanyakan kepada Armida Alisjahbana, Menteri Perencanaan Pembangunan (PPN) dan Kepala Bappenas, Jumat (18/2) kemarin, di kantornya, ia tidak memberikan alasan yang memuaskan soal ini. Bahkan, Armida lebih menjelaskan pembenaran atas hasil yang telah dicapai oleh pemerintah. "Indonesia masih dilihat sebagai sebuah peluang," ujarnya.
Pada tanggal 4 Februari lalu, Sofian Effendi, mantan Rektor UGM dalam pernyataan bersama Forum Rektor Indonesia dengan tokoh agama di kampus Universitas Negeri Jakarta, memaparkan ciri-ciri negara gagal. Adapun ciri-ciri itu menurut Sofian adalah tekanan pertumbuhan penduduk Indonesia yang meningkat pesat.
Lalu gejala yang kedua, menurut Sofyan, adalah kesenjangan kemiskinan yang sangat besar. Ia pun mencontohkan perbedaan kemiskinan 1:7 antara nasional dan Papua. "Jika tingkat kemiskinan nasional 13 persen maka di Papua bisa mencapai 91 persen. Wajar jika orang Papua bilang kita di negeri yang kaya tapi tetap miskin," jelasnya.
Lebih lanjut, Sofyan menerangkan, merosotnya pelayanan publik merupakan gejala ketiga dari negara gagal. Sedangkan yang keempat adalah adanya delegitimasi negara. Artinya, kata Sofyan, ini menunjukkan ketidakmampuan pemerintah dalam menjalankan tugas. [kgi]

Post a Comment