"Mesir Telah Sejak Lama Menyimpang dari Islam"


KAIRO (Berita SuaraMedia) – Wakil pemimpin al Qaeda Ayman al-Zawahiri menyampaikan pesan pertama al Qaeda sejak pecah kerusuhan di Mesir, ia mengatakan bahwa penguasa negara tersebut telah sejak lama menyimpang dari Islam dan memperingatkan bahwa demokrasi selalu tidak religius. Gelombang unjuk rasa populer yang menggulingkan Presiden Mesir Hosni Mubarak agaknya membuat al Qaeda terkejut. Kelompok tersebut telah sejak lama menyerukan penghancuran rezim Mubarak, dan al-Zawahiri, seorang dokter asal Mesir, turut ambil bagian dalam kerusuhan menentang Mubarak pada tahun 1990-an yang digagalkan pemerintah.
Tapi, demonstrasi baru-baru ini dipimpin oleh kalangan sekuter, aktivis liberal yang menyerukan demokrasi, bertentangan dengan seruan al-Zawahiri dan al Qaeda mengenai negara Islam.
Dalam sejumlah rekaman video dan pesan sebelumnya, al Zawahiri sering mengecam demokrasi karena menggantikan hukum Tuhan dengan hukum buatan manusia.
Dalam rekaman video berdurasi 34 menit yang dirilis Jumat (18/2) tersebut, al-Zawahiri tidak menyebutkan mengenai unjuk rasa atau tumbangnya Mubarak. Video itu hanya diketahui dibuat di bulan Safar, yakni dari tanggal 5 Januari hingga 3 Gebruari. Tidak  ada tanggal spesifik mengenai pembuatan video.
Satu-satunya petunjuk bahwa video itu mungkin dibuat sejak kerusuhan yang bermula 25 Januari di Mesir adalah judulnya, Sebuah Pesan Harapan dan Informasi untuk Rakyat Kita di Mesir, dan rujukan al-Zawahiri mengenai "apa yang telah dan tengah terjadi di Mesir."
Dalam video itu, al-Zawahiri menyampaikan ceramah panjang dan mendetail mengenai sejarah modern Mesir dari abad ke-18, ia menyebut penjajah Barat telah menanamkan hukum sekuler yang tidak Islami, demikian menurut transkrip yang dirilis kelompok intelijen SITE, sebuah kelompok asal AS yang memonitor pesan-pesan kelompok-kelompok semacam itu.
SITE mengatakan, video yang hanya menampakkan gambar tak bergerak al-Zawahiri sembari suaranya diperdengarkan itu diunggah di situs-situs perlawanan.
Video itu menyebutkan bahwa itu hanya bagian pertama dari dua rekaman yang bertujuan untuk menjawab pertanyaan mengenai kejadian sebenarnya di Mesir.
"Kenyataan yang ada di Mesir adalah kenyataan penyimpangan dari Islam," kata al-Zawahiri.
Ia menyebut rezim Mesir, agaknya merujuk pada pemerintahan Mubarak, "Sebuah rezim yang memerintah rakyatnya dengan menggunakan penyiksaan, pemilihan yang curang, media yang korup, serta sistem keadilan yang tidak adil."
Ia menolak klaim rezim demokrasi Mubarak kemudian menolak demokrasi secara umum. Menurutnya, "Demokrasi berarti bahwa kedaulatan ada di tangan mayoritas tanpa ada kualitas, nilai, atau keyakinan. Sebuah negara demokratis hanya berarti kekuasaan sekuler yang artinya tidak religius."
Di sisa video itu, al-Zawahiri menggambarkan jatuhnya Mesir ke dalam sekulerisme dari bekas kekuasaan Islam di bawah Kekaisaran Ottoman.
Dalam video itu tidak disebutkan kapan bagian kedua akan dirilis, namun agaknya dalam video kedua, al-Zawahiri akan menjawab pertanyaan kedua, "Bagaimana kita mengubah realitas ini menjadi realitas yang sejalan dengan Islam?"
Al-Zawahiri, seperti halnya Osama bin Laden, diyakini bersembunyi di kawasan perbatasan Afghanistan dan Pakistan yang bergunung-gunung. (dn/ap) www.suaramedia.com