Pihak berwenang juga menangkap Ahmed Ezz seorang taipan baja, seorang anggota terkemuka partai yang berkuasa Partai Demokratik Nasional.
El-Adly, yang tugasnya memberikan kendali atas 500.000 pasukan keamanan, telah banyak disalahkan atas tindakan brutal mematikan yang dilalukan oleh polisi anti huru hara melawan para demonstran dalam aksi protes besar-besaran yang dimulai 25 Januari lalu dan memaksa Mubarak untuk mengundurkan diri pada 11 Februari. Habib El-Adly bertugas di posnya sebagai mendagri selama 12 tahun.
Berita penangkapan el-Adly diikuti dengan penahanan sebelumnya Kamis pagi terhadap mantan Menteri Perumahan Ahmed Maghrabi, mantan Menteri Pariwisata Zuheir Garana.
Semua tuduhan terhadap orang-orang ini berkisar dari soal pencucian uang, penyalahgunaan wewenang dan melakukan korupsi kekayaan negara.(fq/ap)

Post a Comment