Kecurigaan Terhadap Warga Asing Semakin Meningkat di Mesir

"Kami sedang menunggu pesanan makanan kami ketika sebuah jip dengan beberapa tentara di dalamnya melaju di jalan tanpa menghiraukan kami sebelumnya yang sedang berjalan. Kemudian laki-laki yang sedang minum kopi dan menghisap shisha di sisi lain dari jalan berteriak pada kami untuk kembali dan tentara kemudian memeriksa kartu identitas kami.
Hal itu cukup meresahkan," kata Wael, seorang guru bahasa Prancis-Mesir yang tinggal di Mounira. Dia telah meninggalkan flatnya kemarin malam dengan teman-teman untuk membeli ayam dari toko yang terletak 300 meter dari rumahnya di jalan Qasr al-Aini.
Xenofobia (kebencian terhadap orang asing) 'dipelihara' oleh saluran TV yang dikelola negara Mesir, yang menyajikan gambaran bahwa warga asing sebagai unsur-unsur pengacau dan merupakan agen untuk Barat dan Israel.
Permusuhan, diarahkan terutama pada wartawan asing dua hari lalu, sekarang meluas kepada orang asing pada umumnya dan memanifestasikan diri melalui komentar menghina, dan penangkapan.
Marion Touboul, seorang jurnalis Perancis yang tinggal di Kairo ditangkap kemarin di barikade di Mounira ketika mencoba untuk kembali ke rumah.
"Saya sedang tidak bekerja, dan saya tidak membawa kamera, tetapi seorang pria memaksa untuk untuk melihat kartu identitas saya. Ia dan pacarnya kemudian ditangkap, dengan mata ditutup mereka dimasukkan ke dalam mobil dan diangkut ke pos polisi militer di Nasr City.
Seorang warga Prancis dari Alexandria ditangkap kemarin pagi dini di Alexandria ketika mencoba untuk menemukan jalan kembali ke rumah setelah tidur di rumah temannya.
"Saya sedang berjalan di Fuad Street, mencoba untuk mencapai jalan paralel di mana saya bisa memanggil taksi dan pulang. Sayangnya, jalan diblokir. Selang beberapa saat tentara turun dari sebuah mikrolet di dekat jalan itu, mulai menginterogasi saya, dan memaksa saya masuk ke dalam kendaraan,"katanya.
Para tentara itu membawanya ke gedung polisi rahasia terletak di belakang Museum Nasional beberapa blok dari jalan Fuad, di mana ia diinterogasi selama dua jam.
"Mereka membongkar paket tas dan kantong saya secara menyeluruh dan setiap kali saya mau berbicara untuk menjelaskan kepada polisi lenapa mereka melakukan interogasi tanpa alasan, para tentara itu berteriak 'tutup mulut!" sangat agresif. "Akhirnya polisi itu berkata "kami tidak ingin orang asing di sini".
Max Strasser, seorang jurnalis Amerika, dikasari oleh preman setelah tiba di Kairo dua hari yang lalu untuk meliput revolusi Mesir.
"Tidak ada yang serius, sungguh, saya diserang oleh beberapa preman Kamis sore ketika mencoba mengakses jembatan Galaa dari Dokki," jelasnya.
Karena dia tiba di Mesir dua hari lalu, ia tidak merasa nyaman dan mengklaim bahwa situasi untuk warga asing telah semakin memburuk selama 48 jam terakhir.
"Tetapi selama pengalaman saya sebelumnya di Mesir, saya tidak pernah merasa permusuhan sebelumnya. Ketegangan baru sangat jelas, "katanya.
Nicolas Geeraert, seorang warga Belgia yang mempelajari bahasa Arab di Kairo, meninggalkan Mesir Kamis pagi lalu. Dari Belgia, ia menjelaskan bahwa ia tidak pernah merencanakan untuk meninggalkan Mesir dalam waktu dekat, tetapi adanya tekanan terhadap orang asing menjadi hal yang begitu umum, setelah Wakil Presiden Omar Suleiman menyampaikan pidato yang menuduh masyarakat asing bersekongkol melawan Mesir.
"Orang-orang dari lingkungan saya di Garden City memperingatkan kami untuk tidak mendekati Tahrir," katanya. "Saya juga bertemu seorang dokter pensiunan Mesir sehari sebelum saya meninggalkan Mesir yang mengatakan kepada saya bahwa saya sangat berani untuk bertahan tinggal di negara ini."
Sekelompok polisi juga mengunjungi flat di mana orang asing tinggal di Downtown Kairo, Mounira dan Sayyeda Zeinab. Lima polisi, hanya satu dari mereka mengenakan pakaian polisi, melakukan kunjungan pemeriksaan terhadap orang asing.
"Mereka meminta kami memperlihatkan tanda pengenal kami dan melihat kamar tidur sebentar," kata Wael salah seorang warg asing yang mendapat kunjungan polisi. "Bagi saya, ini jelas intimidasi: mereka ingin orang asing untuk pergi dari Mesir." (fq/almasryalyoum)