Kebakaran Habisi Lokasi Calon Pusat Islam Inggris, Kebetulan?

Para anggota pemadam kebakaran bertarung melawan kobaran api raksasa yang melahap bekas Klub Sosial Shotton Lane yang rencananya akan dirubah menjadi Pusat Islami. (Foto: Islamophobia Watch)LONDON (Berita SuaraMedia) – Kru pemadam kebakaran masih menangani kebakaran besar yang diperkirakan berasal dari bekas Klub Sosial Shotton Lane yang mengakibatkan 100 orang harus dievakuasi dari rumah mereka. North Wales Fire and Rescue Service mengatakan properti di sekitar kebakaran dikosongkan setelah peringatan dikeluarkan sesaat setelah pukul empat dini hari pada hari Jumat (4/2), dan warga dipindahkan ke toko Asda Queensferry dan Deeside Leisure Centre.
Pemadam kebakaran dari Deeside, Flint, Mold, Rhyl, Holywell dan Wrexham datang ke lokasi.
Masyarakat Kebudayaan Muslim Flintshire (FMCS) sudah lama berusaha menggalang dana sebesar 150.000 pound untuk membeli klub tersebut dan mengubahnya menjadi Islamic Center.
Rencana itu menimbulkan protes keras dan sekitar 100 anggota kelompok sayap kanan Liga Pertahanan Inggris (EDL) berbaris di jalan-jalan Shotton bulan lalu untuk menyuarakan penentangan mereka, sementara Partai Nasional Inggris (BNP) telah mengkoordinir kampanye selebaran menentang rencana tersebut.
Monchab Ali, ketua FMCS, mengatakan dia sangat kecewa mendengar kebakaran itu dan akan terus mencari lokasi lain yang sesuai.
Alyn dan anggota parlemen Deeside, Mark Tami, mengatakan, "Ini adalah hal yang benar-benar buruk untuk terjadi. Orang-orang bisa terbunuh."
"Kebakaran ini mengancam banyak nyawa dan tampaknya sengaja dipicu. Kita sekarang memiliki reruntuhan hitam di pusat Deeside."
Warga diperbolehkan kembali ke rumah mereka pada pukul 10 pagi.
Seorang juru bicara kepolisian North Wales mengatakan penyidikan bersama pemadam kebakaran dan kepolisian sedang dilakukan untuk menetapkan penyebab kebakaran.
Seorang penduduk Shotton Lane mengatakan, "Sekitar pukul enam pagi aku terbangun oleh polisi dan brigade pemadam kebakaran yang menyuruhku untuk meninggalkan rumah."
"Orang-orang turun ke jalan dalam pakaian tidur mereka dan dibawa ke toko Asda. Aku dan suamiku bisa tinggal di rumah putri-putriku."
Dia menambahkan, "Aku rasa ini telah mengakhiri segala rencana terhadap klub itu."
Anggota dewan Shotton, David Evans, mengatakan, "Aku tidak pernah mengira hal seperti ini terjadi, ini sungguh memalukan."
"Apapun perasaan orang tentang masalah ini, kita telah memiliki teroris kita sendiri di sini. Aku rasa situasinya tidak akan berhasil."
Anggota dewan wilayah Flintshire, Helen Brown, menambahkan, "Ini sungguh menyedihkan bagi penduduk yang harus menghadapi ini ketika mereka dibangunkan untuk dievakuasi. (rin/iw/fsc) www.suaramedia.com