Dalam aksi unjuk rasa itu HTI menegaskan jangan puas hanya dengan sekedar pergantian penguasa dhalim antek penjajah Inggris itu dengan penguasa dhalim yang juga antek penjajah lainnya. Campakkan pengaruh negara asing manapun hingga akarnya. "Saatnya Libya mengganti sistem sosialisme dengan sistem Islam yakni Khilafah!" pekik Ketua DPP HTI Farid Wadjdi. Sistem itu merupakan warisan Rasulullah saw yang Agung sesuai yang diperintahkan Allah SWT. Farid pun menegaskan bahwa rakyat harus waspada jangan sampai perjuangannya dibajak pengusung liberalisme dan demokrasi antek Amerika. Karena yang terjadi di Timur Tengah sekarang ini merupakan bentuk perlawanan rakyat yang telah ditindas oleh diktator. "Itu merupakan reaksi alami dari rakyat yang tertindas bukan karena liberalisme atau demokrasi," pesannya. Sehingga bila ingin merdeka secara hakiki, sudah semestinya syariah dan khilafahlah yang ditegakkan. Persis di depan gerbang Kedubes Libya, massa membentangkan spanduk yang bertuliskan: Lawan Qadafi Ingkar Sunnah dan Pembantai Umat Islam! Spanduk itu mengingatkan pada kebengisan Qadafi yang melakukan extra judicial killing, menggantung 13 aktivis Hizbut Tahrir Libya yang mencoba meluruskan pemikiran Qadafi yang menolak Sunnah Nabi Muhammad saw sebagai sumber hukum.[] joko prasetyo |

Post a Comment