HRW: Lebih Dari 297 Orang Telah Tewas Selama Unjuk Rasa di Mesir

Setelah mengunjungi sembilan rumah sakit di Mesir, organisasi independen Human Rights Watch (HRW) menyatakan bahwa korban tewas dari demonstran Mesir hampir mencapai 300 orang.
Heba Murayef, seorang perwakilan dari organisasi hak asasi manusia global itu mengatakan pada hari Selasa kemarin (8/2) bahwa sangat sulit untuk mengkompilasi statistik dari mereka terluka, ditahan dan dibunuh selama unjuk rasa anti-pemerintah di Mesir yang dilanda krisis.
"Ini adalah pekerjaan yang sedang berjalan tetapi korban tewas terbaru yang kami miliki sekarang adalah 297 orang. Kami mendasarkan ini pada kunjungan ke lima rumah sakit di Kairo, dua rumah sakit di Alexandria dan satu rumah sakit di Suez; yang berarti bahwa jumlah korban yang sebenarnya akan jauh lebih tinggi karena kami hanya dapat memberikan statistik pada rumah sakit yang telah berhasil kami kunjungi," tambahnya.
Murayef lebih lanjut menunjukkan bahwa antara tangggal 25 hingga 28 Januari lebih dari 1.000 orang tampaknya telah ditangkap aparat keamanan Mesir.
"Pada periode itu, pengacara hak asasi manusia Mesir memperkirakan sedikitnya 1.400 orang ditahan. Banyak dari penangkapan ini ditahan dalam jangka pendek, mungkin selama delapan jam dan kemudian dibebaskan," lanjut dia mengatakan.
Menurut Murayef, banyak pekerja HAM dan aktivis juga telah ditangkap dalam proses melakukan pekerjaan mereka.
Laporan HRW ini datang pada protes anti-pemerintah di Mesir yang bermasalah telah memasuki hari ke-16.
Tahrir Square Kairo tetap dibanjiri demonstran yang menyerukan Presiden Hosni Mubarak untuk segera turun.(fq/prtv)