Hari ini para pemimpin oposisi menyerukan aksi 1 juta rakyat Mesir untuk turun ke jalan, dan menyerukan pemogokan total seluruh pegawai di negeri, agar Presiden Mubarak segera pergi dari nengeri Spinx itu.
Ragui Assaa, seorang ahli ekonomi dari Universitas Minnesota, mengatakan, "Potensi ambruknya (collapse) ekonomi Mesir sudah di depan mata", ucapnya. "Ini akan menjadi sempurna untuk mengakhiri rezim Mubarak. Situasi ekonomi ini sangat serius", tambahnya.
Wakil Presiden yang baru dilantik, tadi malam, sudah mengumumkan bahwa militer tidak akan menggunakan kekerasan terhadap rakyat yang melakukan aksi protes. Ini jelas kemampuan pemerintah semakin lemah. Mubarak melalui Wapres Omar Sulaeman menyerukan dialog dengan semua kekuatan oposisi, tapi tidak satupun kalangan oposisi yang memenuhi panggilan dialog itu.
Menteri yang baru diangkat itu, menggambarkan Mubarak benar-benar ingin berlindung di balik baju militer. Menteri Dalam negeri yang baru menggantikan Habib Al-Adly adalah Mahmoud al-Wagdy, seorang mendapatkan kritikan keras oleh Human Right Watch, karena kekejaman dalam melakukan penyiksaan terhadap para tahanan. Mubarak mengangkat Menteri Pertahanan Mohamed Tantawi menjadi Wakil Perdana Menteri, di bawah Ahmed Shafiq. Semuanya menteri yang diangkat oleh Mubarak adalah jenderal. Ini hanyalah kepanikan Mubarak, yang sudah tidak mempunyai banyak pilihan.
Tentu yang lebih lucu lagi, Mubarak mengangkat Jenderal Mahmoud Al-Waqdy, yang pernah menjadi Kepala Investegasi Kriminal di Cairo, dan mantan kepala penjara. Tetapi, disaat krisis seperti sekarang al-Waqdy diangkat Mubarak menjadi menteri dalam negeri. Semuanya rakyat tidak ada yang memberikan respon yang positip dengan pergantian kabinet yang dilakukan Mubarak itu. "La' Sulaiman, La' Shafiq", sebuah poster yang dibawa seorang demosntran.
Aksi hari Senin, kemarin mengikutsertakan wanita, ibu-ibu yang menggunakan 'cadar', dan membawa anak-anak mereka. Mereka memenuhi jalan-jalan di Cairo, dan mereka meneriakkan, "Turun, turun, turun Mubarak. Tidak ada tempat untukmu, Mubarak".
Hari ini satu juta orang akan turun ke jalan-jalan untuk memaksa Mubarak segera mengundurkan diri. Para pemimpin oposisi, diantara Mohamed el Baradey, yang mengadakan pertemuan dengan para pemimpin gerakan akan menjadikan hari ini sebagai pamungkas gerakan mereka untuk menggulingkan Mubarak. (m/intt)

Post a Comment