Kedatangan rombongan dari Jakarta untuk melindungi rumah yang merupakan aset Ahmadiyah.
"Semua skenario kekerasan ini memang disiapkan Ahmadiyah dengan tujuan untuk menjadikan dirinya korban dan mengkambinghitamkan ormas Islam," ujar Munarman melalui pesan singkatnya kepada VIVAnews.com di Jakarta, Jumat, 11 Februari 2011.
Munarman menyatakan pihak Ahmadiyah secara sengaja mengerahkan jemaah dari Jakarta untuk memancing bentrokan berdarah. "Ahmadiyah sengaja mendatangkan orang dari luar Pandeglang untuk membuat banjir darah," ujarnya.
Menurut dia, sebenarnya insiden Cikeusik tidak perlu terjadi jika pihak Ahmadiyah tidak mengerahkan jemaah dari Jakarta.
"Masalah Ahmadiyah lokal sudah selesai pada Jumat lalu tapi kembali panas pada Minggunya (6 Februari 2011) karena penyerbuan jemaah Ahmadiyah dari Jakarta yang dilengkapi senjata tombak, golok dan clurit," kata Munarman, menuding.
Bentrok pun terjadi dan menewaskan tiga jemaah. Selain itu, salah seorang anggota jemaah Ahmadiyah dengan sengaja merekam seluruh insiden penganiayaan di tengah bentrokan.
"Pembuat video memilih membuat video dan membiarkan teman sesama jemaah Ahmadiyah dianiaya dan ia tidak memilih untuk lari. Dia juga merekam seluruh kejadian demi untuk kepentingan publikasi dan pembentukan opini," ujarnya.
Sebelumnya, Juru Bicara Ahmadiyah, Zafrullah A. Pontoh, menjelaskan kedatangan warga jemaah dari Jakarta bukanlah untuk menyulut kerusuhan, melainkan untuk berupaya melindungi rumah yang merupakan aset Ahmadiyah, yang kala itu ditinggal penghuninya karena dievakuasi pihak kepolisian dua hari sebelum insiden berdarah itu terjadi.
Mengenai perekam serangan yang juga anggota jemaah Ahmadiyah itu, Zafrullah mengaku tidak mengenalnya secara pribadi. Ia juga tidak memiliki banyak informasi tentang si perekam serangan yang selamat dari amuk massa karena mengaku sebagai wartawan. "Informasinya, dia memang warga Ahmadiyah, asalnya dari Banten juga. Pengurus atau bukan, saya belum tahu. Kami akan cek lagi," ujar Zafrullah.

Post a Comment