Bisakah Kristen Tegak Tanpa Paulus ?

Setiap kristian kalau mereka ‘dianggap tidak mengikuti Yesus’ tetapi mengikuti Paulus, saya yakin mereka akan keberatan ,dan salah satu alasannya adalah karena dari sudut pandang nama saja menunjukan sebagai pengikut Yesus bukan Paulus. Maka artikel ini merupakan ringkasan diskusi penulis di forum lain, dan penulis perlu postingkan disini barangkali ada orang Kristen yang bisa memberikan jawaban/penjelasan yang berdasarkan argumentasi yang kuat (tidak mudah dipatahkan) bahwa Kristen bisa tegak tanpa ajaran Paulus.
Dan topik ini bukan untuk membandingkan antara ajaran Paulus dan Yesus tetapi untuk membuktikan Kristen sesungguhnya ajaran Yesus atau Paulus.
Sebelumnya dalam sebuah kesempatan disebuah forum seorang penghujat Islam (yang kebetulan seorang Kristian tetapi pernah menyangkal ia tidak pernah menjadi bagian dari orang Kristen) membuat pernyataan :
Paulus
Paulus
“Anda jangan lupa, PAULUS bukanlah satu-satunya rasul saya dalam kekristenan. Kalaupun nama Paulus dihapus dari Perjanjian Baru, kekristenan tetap jalan”
Perlu diketahui dahulu bahwa alkitab yang seperti kita lihat sekarang adalah terdiri dari dua kelompok besar ,yang sering disebut dengan perjanjian lama dan perjanjian baru.
Perjanjian lama merupakan kitab orang yahudi yang disebut kitab Tanakh, sedangkan 4 Injil kanonik merupakan kisah kehidupan Yesus, Dan ajaran Yesus yang paling terkenal adalah khotbahnya diatas bukit.
Tetapi ternyata isi khotbah diatas bukit tersebut banyak ungkapan-ungkapan yang ditemukan secara harfiah dalam apa yang disebut literature Yahudi ?Pseudepigraphical ? dan non kanonik dari abad kemudian dinisbahkan kepada Yesus .dalam hal ini , testaments of twelve the patriarch utamanya sangat kaya dengan kutipan-kutipan yang beberapa abad kemudian dinisbahkan kepada Yesus .
Misalnya bahan-bahan Q dalam Matius 5:3 memiliki banyak persamaan dengan perjanjian Benyamin 1:26-27,perjanjian Yehuda 4:31 ,dan perjanjian Gad 2:15 . sebagai contoh kedua , kandungan Q dalam Matius 5:11-12 memiliki banyak persamaan dengan perjanjian levi 4:26 dan perjanjian Yosef 1:20-21,mengenai kutipan-kutipan dari perjanjian dua belas murid ini, bisa dilihat dalam buku Platt RH :thelost books of the bible and the Forgotton books of Eden ,new york publishing Co.dan dalam buku Brett JA
Dan dari segi nama saja Kristen mulai ada bukan dijaman yesus tetapi dijamannya Paulus (Saulus) dan Barnabas.
[Kis 11:25-26] Lalu pergilah Barnabas ke Tarsus untuk mencari Saulus; dan setelah bertemu dengan dia, ia membawanya ke Antiokhia. Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.
Sudah ada beberapa apologi yang dilakukan beberapa kristian tentang persoalan ini, Kristian menyatakan :
Hei!!… tanpa Pauluspun, kekristenan akan tetap ada dan berjalan dengan kedua-hukum yang diamarkan oleh Yesus Kristus. (baca Injil Matius 22:37; Injil Lukas 10: 27; Injil Markus 12: 30)
Benarkan ayat yang anda sampaikan itu ajaran Kristen yang murni = kristen yang berdiri sendiri?? kita lihat bersama-sama !
Pertama:
[Mat 22:37] Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
Pembuka ayat tersebut adalah : Jawab Yesus = pasti ada yang bertanya, lihat ayat sebelumnya :
“Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?”, Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”[Mat 22:36-40]
Jelas sekali konteks ayat tersebut bukan menjelaskan tentang ajaran Kristen tetapi tentang hukum yang terutama dalam Taurat. Kalau ayat ini anda jadikan alasan Kristen bisa berdiri sendiri maka apa bedanya dengan agama Yahudi??
Kedua:
[Lukas 10:27]  Jawab orang itu : “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”
Perhatikan ayat diatas, ayat yang diawali dengan jawab orang itu = siapakah orang tersebut? apakah orang Kristen atau orang diluar Kristen? Kita lihat konteks ayat tersebut dengan memperhatikan ayat sebelum dan sesudahnya!
Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya: “Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?” Jawab Yesus kepadanya: “Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?” Jawab orang itu: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Kata Yesus kepadanya: “Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup.”[Lukas 10:25-28]
Jelas yang mengatakan pada ayat 27 bukan Yesus atau pengikut yesus (orang Kristen) tetapi justru ahli Taurat. = klaim kristian sebelumnya yang mengatakan itu amar yesus adalah klaim orang yang buta terhadap isi kitabnya sendiri.
Ketiga:
[Markus 12:30] Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.
Apa yang tertulis di Markus 12:30 tidak jauh berbeda dengan ayat-ayat sebelumnya (Mat 22:37 dan Lukas 10:27) = sebuah kisah sama dengan redaksional yang berbeda… versi Injil karangan MAtius dan Markus yang menyatakan / menjawab adalah Yesus , sedangkan versi lukas ,yang menjawab Ahli Taurat , untuk lebih jelas kita lihat ayat sebelum dan sesudahnya.
Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: “Hukum manakah yang paling utama?” Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.” Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: “Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.[Markus 12:28-32]
Kemudian Kristian lainnya mencoba untuk memberikan apologinya,
Inti dari apa yang di ajarkan Yesus semasa hidupnya adalah:
[Yoh. 13:34 ]Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.
Dan kalimat itu, menurut saya sudah cukup menjelaskan ajaran Kristen. Kalau itu anda anggap sudah menjelaskan agama Kristen.. maka apa perbedaan ajaran tersebut dengan ajaran ini?
[Im. 19:18] Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah TUHAN.
[Im. 19:34] Orang asing yang tinggal padamu harus sama bagimu seperti orang Israel asli dari antaramu, kasihilah dia seperti dirimu sendiri, karena kamu juga orang asing dahulu di tanah Mesir; Akulah TUHAN, Allahmu.
[Ul. 6:5] Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.
[Mzm. 31:23 (31-24)] Kasihilah TUHAN, hai semua orang yang dikasihi-Nya! TUHAN menjaga orang-orang yang setiawan, tetapi orang-orang yang berbuat congkak diganjar-Nya dengan tidak tanggung-tanggung.
[Ams. 4:6] Janganlah meninggalkan hikmat itu, maka engkau akan dipeliharanya, kasihilah dia, maka engkau akan dijaganya.
Maka jika pertanyaan  adalah seperti diatas: apa perbedaan ajaran tersebut dengan ajaran ini?” Jawabannya adalah  TIDAK ADA!
Kalau jawabannya seperti itu, ayat yang anda ajukan sudah menjelaskan Kristen maka apa perbedaannya Kristen dengan Yahudi? subtansi dari yang hendak di sampaikan adalah, ajaran-ajaran Kristen yang sangat prinsipil secara subtansial banyak membedakan dengan ajaran yahudi / ajaran lainnya sebenarnya ajaran Yesus atau paulus? saya ambil salah satu contoh kongkrit dahulu :
Orang yang percaya yesus mati di tiang Salib akan diselamatkan. itu Ajaran yesus atau Paulus?
Kristian respon:
Yang saya pahami adalah bahwa Yahudi menerapkan prinsip tersebut di atas dasar hukum taurat, sedangkan Kristen melakukan hukum tersebut di atas dasar kasih karunia, dasar argumentasinya :
[Yoh 1:16-17]  Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia; sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus.
[Mat 23:23] Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.
Dan itu ajaran Yesus
Kita lihat terlebih dahulu ayat yang anda sampaikan yaitu [Yohanes 1:16-17 ] dengan memperhatikan konteks ayat tersebut (ayat sebelum dan sedudahnya ) :
Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan berseru, katanya: “Inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian dari padaku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.” Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia; sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus. Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya. Dan inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang-orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia: “Siapakah engkau?” Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya: “Aku bukan Mesias.”[Yohanes 1:15 -20]
Jadi jelas yang kristian ajukan ayat diatas bukan berasal dari Yesus tetapi berasal dari Yohanes. kemudian secara subtansial kesaksian Yohanes tersebut sesuai dengan yang tercatat didalam alkitab (ayat-ayat lain atau tidak) kita perhatikan ayat-ayat ini :
Apakah Musa hanya diberikan Taurat saja, atau juga kasih karunia ?
[Kel. 33:17] Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Juga hal yang telah kaukatakan ini akan Kulakukan, karena engkau telah mendapat kasih karunia di hadapan-Ku dan Aku mengenal engkau.”
Kemudian kita perhatikan juga ayat-ayat ini:
TUHAN berfirman kepada Musa “Berbicaralah kepada Harun dan anak-anaknya: Beginilah harus kamu memberkati orang Israel, katakanlah kepada mereka: TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau; TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera. Demikianlah harus mereka meletakkan nama-Ku atas orang Israel, maka Aku akan memberkati mereka.”[6:22-27 ]
Kemudian ayat lain yang anda ajukan:
[Mat 23:23] Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.
Jelas sekali dalam ayat tersebut Yesus sedang menyerang ‘kemunafikan’ sebagian dari orang-orang Yahudi. bukan menyerang secara keseluruhan ‘yahudi’ dan soal contoh spesifik yang penulis ajukan (tentang ajaran : orang yang percaya yesus mati di tiang Salib akan diselamatkan. itu Ajaran yesus atau Paulus?) sama sekali tidak ada yang meresponnya hingga sekarang.
Dan sebelumnya Kristian juga menyatakan yang saya pahami adalah bahwa Yahudi menerapkan prinsip tersebut di atas dasar hukum taurat, sedangkan Kristen melakukan hukum tersebut di atas dasar kasih karunia, dengan jawaban seperti ini sebenarnya anda sedang menegaskan bahwa apa yang anda pahami tersebut berdasarkan ajaran Paulus untuk lebih jelas saya sampaikan ayat-ayatnya:
[Rm. 6:14-15] Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia. Jadi bagaimana? Apakah kita akan berbuat dosa, karena kita tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia? Sekali-kali tidak!
Jadi jelas sekali ‘pemahaman anda’ tersebut dasar yang paling jelas’ adalah surat Paulus. jadi kembali kepertanyaan amor diawal Kristen tanpa Paulus, bisa?
Apa konsekwensinya kalau tidak ada seorang Kristianpun yang mampu menjelaskan Kristen bisa tegak tanpa ajaran paulus? penulis hanya mengingatkan pesan yesus (berdasarkan yang tercatat didalam Injil kanonik):
[24:4-5] Jawab Yesus kepada mereka: “Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang.