SALT LAKE CITY (Berita SuaraMedia) – Sebuah pangkalan militer AS untuk sementara ditutup. Gara-garanya, sebotol zat saraf yang mematikan hilang dari tempatnya di pusat penelitian militer tersebut. Penutupan itu diakhiri pukul 3 dini hari, Kamis waktu setempat, setelah aparat di Dugway Proving Ground yang terletak di Utah menemukan bahwa botol yang menjadi wadah zat berbahaya itu ditandai dengan tidak benar dan ditaruh di laboratorium di pusat penelitian militer tersebut, demikian dilansir kantor berita Reuters.
"Yang kami hadapi adalah zat yang amat, amat berbahaya," kata komandan Dugway, Kolonel William King. "Sejujurnya, kami menganggap hal itu amat serius."
Saat ditutup, ada sekitar 1.200 hingga 1.400 orang yang terkunci di dalam pangkalan selama beberapa jam hingga botol itu ditemukan, demikian disebutkan dalam laporan itu.
Zat saraf VX itu awalnya dilaporkan hilang pada saat dilakukan pemeriksaan inventaris rutin terhadap materi-materi sensitif.
Pemeriksaan rutin yang dilakukan pada hari Rabu tersebut kemudian menjadi serius saat ditemukan bahwa satu botol yang berisi kurang dari 1 mililiter cairan VX menghilang.
Saat gerbang pangkalan yang terletak di gurun barat Utah tersebut ditutup, para personel militer, kontraktor, dan pekerja sipil dipaksa untuk bermalam, kecuali sejumlah orang yang diperiksa dan diperbolehkan pergi setelah diidentifikasi namanya.
Komandan pangkalan itu, Kolonel William King, mengatakan kepada para wartawan, "Kami masih menyelidikinya karena bagi kami hal itu adalah kekeliruan serius dalam menangani zat-zat kami."
Ia menambahkan, penutupan pangkalan itu wajib dilakukan untuk menjamin bahwa tidak ada "niat jahat untuk meletakkan (zat kimia) itu di tempat lain sehingga bisa dicuri orang lain."
"Untuk saat ini, kami sudah menetapkan bahwa tidak ada niatan jahat. Hal ini murni kesalahan administrasi kami di tengah proses," katanya.
Pada pukul 3 dini hari, botol tersebut ditemukan secara utuh, kata King. Penutupan pangkalan kemudian diakhiri empat jam sesudahnya. Meski demikian, kendaraan-kendaraan yang meninggalkan pangkalan itu masih terus diperiksa hingga sekitar pukul 10.30 waktu setempat.
Pangkal kesalahannya bermula di hari Selasa, saat ada dua orang penguji yang mengenakan baju pelindung memindahkan zat itu dari tempat penyimpanan untuk menguji peralatan sensor, kata King. Ketika mereka mengembalikan cairan berminyak berwarna kekuningan tersebut, mereka meletakkannya di dalam botol yang salah.
Orang-orang bisa terpapar cairan VX yang amat mematikan melalui kontak langsung dengan kulit atau menghirup uap dari zat itu yang bisa langsung menyebabkan kematian setelah sebelumnya mengalami kelumpuhan.
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, VX adalah zat saraf yang termasuk zat beracun dan dapat dipergunakan sebagai senjata kimia mematikan. Jika terpapar VX, seseorang bisa tidak terkontrol dan mengalami kegagalan pernapasan.
King mengatakan bahwa VX bukan zat saraf yang paling mematikan yang ada di pangkalan itu. "Tapi, jika Anda terkena, itu akan sangat mematikan."
Militer dan FBI menyelidiki hal itu. Para komandan pangkalan meninjau ulang prosedur yang dipergunakan untuk mencegah agar hal serupa tidak terjadi lagi. Namun, King tidak mengatakan apakah ada staf yang akan dijatuhi sanksi disiplin.
Pangkalan yang dipergunakan untuk menguji senjata kimia dan biologi tersebut terletak 130 kilometer (80 mil) di sebelah barat daya Salt Lake City dan mempekerjakan sekitar 1.500 orang karyawan.
Selain itu, Garda Nasional, Angkatan Udara AS, dan pasukan khusus yang hendak menuju Afghanistan juga menggunakan pangkalan itu untuk melakukan latihan tempur dan latihan pengebpman, demikian diwartakan Reuters. (dn/pv/slt) www.suaramedia.com

Post a Comment