Tak Mampu Hadapi Debat Publik HT Terkait Perang Afghanistan, Para Politisi Barat Berupaya Membungkamnya



Syabab.Com - Alih-alih menerima undangan debat yang digelar oleh Hizbut Tahrir Skandinavia tentang kebijakan perang Afghanistan, delapan anggota kabinet malah bergabung dengan sekelompok orang untuk memprotes kegiatan debat di depan Royal Library selama pertemuan yang diadakan oleh kelompok Islam Hizbut Tahrir, Jumat, 21/01/2011. Para pengunjuk rasa marah karena Hizbut Tahrir mengambil posisi bahwa Muslim mewajibkan untuk melakukan perlawanan bersenjata terhadap pasukan koalisi di Afghanistan. Hizbut Tahrir dengan berani menyelenggarakan debat publik tentang perang Afghanistan di mana Denmark sebagai anggota NATO berpartisipasi aktif dalam perang.
Poin penting dalam debat tersebut, Hizbut Tahrir berpendapat bahwa perlawanan warga Afghanistan terhadapa pasukan NATO adalah sah, tidak berbeda seperti halnya perlawanan warga Denmark terhadap NAZI pada perang dunia kedua. Mereka juga menyimpulkan bahwa satu-satunya solusi untuk Afghanistan adalah Khilafah Islamiyyah yang menerapkan syariah.

Sejumlah politisi berusaha mempertahankan diri terhadap pandangan Hizbut Tahrir, "Ini merupakan penghinaan terhadap tentara Denmark dan nilai-nilai demokrasi dan Kristen, ini merupakan penghinaan untuk negara kita," kata Benedikte Kiær, menteri urusan sosial. "Mereka melewati garis ketika mereka sedang mendorong perlawanan dan kekerasan terhadap tentara Denmark."

Para pemuda Hizbut Tahrir dengan lantang mengungkap segala kobohongan para politisi yang telah menggiring para tentara di negeri-negeri Skandinavia untuk menyenangi kepentingan Amerika Serikat dalam membunuhi kaum Muslim di Afghanistan.

Penguasa Barat mencoba menyembunyikan fakta ketika mereka yang membanggakan demokrasi, kebebasan berekspresi dan hak asasi manusia. Sementara di waktu yang sama mereka berupaya membungkam suara kaum Muslim untuk membongkar kepalsuannya. Namun, rencana Allah Swt lebih hebat.

Berbagai upaya untuk membungkam Islam malah menjadikan cahaya Islam membahanan. Beberapa media setempat meliput acara Hizbut Tahrir yang digelar di Royal Library Jumat malam lalu. Syariah dan Khilafah pun menjadi perbincangan di negara-negara Eropa Utara tersebut.

Termasuk juga warga tersadarkan dan melihat kembali dengan terang atas kebijakan-kebijakan jahat para politis mereka dalam menyenangkan Amerika Serikat untuk menjajah negeri Muslim. Mereka juga mulai melihat solusi Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam untuk Afghanistan dan negara-negara Skandinavia. Allahu Akbar! [m/cp/syabab.com]