Sudan Akan Dipecah Belah, Konspirasi AS Mengerat-ngerat Negeri Muslim di Afrika!
Syabab.Com - Semakin banyak negeri-negeri kaum Muslim yang terpecah belah, maka semakin mudah bagi para penjajah untuk menjajah kaum Muslim. Konspirasi untuk memecah belah dan mengerat-ngerat Sudan kini tengah dijalankan. Pada tanggal 9 Januari 2011 mendatang, sebuah referendum akan diadakan di selatan Sudan. Hampir empat juta warga Sudan selatan, atau kira-kira separuh dari penduduk selatan, telah didaftar untuk mengambil bagian dalam referendum kemerdekaan pekan depan yang mungkin akan membagi negara terbesar Afrika itu menjadi dua.
"Jumlah orang seluruhnya yang telah didaftar di selatan, di delapan negara di luar negeri dan di negara-negara bagian di Sudan utara adalah sebanyak 3.930.916," kata Chan Reek Madut, anggota komisi yang menyelenggarakan referendum itu, Senin.
Supaya valid, referendum meminta agar 60 persen dari mereka yang telah terdaftar datang untuk memilih. Mayoritas sangat besar pemilih berada di wilayah selatan. Hanya sekitar 60.000 yang terdaftar di luar negeri dan kurang dari 120.000 di Sudan utara.
Terpecah belahnya negeri Muslim di Benua Afrika tersebut tentu saja menguntungkan negara penjajah, Amerika Serikat. Beberapa negeri Muslim dipecah belah seperti telepasnya Timor Timur dari Indonesia melalui referendum.
Dalam keterangan pers Gedung Putih dinyatakan, "Presiden Obama menjelaskan bahwa Sudan merupakan salah satu prioritas politik luar negeri kami. Kami memiliki pandangan masa depan untuk perdamaian, keamanan, dan kesejahteraan rakyat Sudan."
Pemain utama di negeri ini adalah Amerika dan yang menerapkan kebijakan-kebijakan konspiratifnya adalah para antek Amerika di kawasan.
"Kenyataan yang jelas bahwa pembuat rencana pemecah-belahan Sudan adalah barat yaitu Amerika. Dan alat-alat implementasinya adalah para pemimpin lokal dan regional," kata Ibrahim Utsman Abu Khalil, Jurubicara Hizbut Tahrir wilayah Sudan.
"Sungguh kami di Hizbut Tahrir wilayah Sudan berlepas diri kepada Allah SWT dari setiap mereka yang berkonspirasi terhadap persatuan negeri kita. Dan sesungguhnya nasib mereka adalah esok hari di mana Khalifah kaum Muslim akan “memotong” para penjahat itu," tegasnya. [m/ant/syabab.com]

Post a Comment