Saingi China, AS Uji Coba Mata-Mata Baru

WASHINGTON (Berita SuaraMedia) – Seolah tak mau kalah, di saat muncul kabar bahwa China tengah menguji coba jet tempur siluman J-20 untuk menandingi pesawat Raptor F-22 Amerika Serikat, negara adidaya tersebut melakukan uji coba pesawat mata-mata tanpa awak yang berkemampuan mengangkasa selama berhari-hari. Global Observer, pesawat yang mampu memantau area yang lebih luas dari Afghanistan, diuji coba secara diam-diam di California Selatan pekan lalu, demikian dilaporkan Los Angeles Times.
Pesawat seharga $30 juta tersebut memiliki rentang sayap yang nyaris sama panjangnya dengan pesawat Boeing 747.
AeroVironment.Inc dari Monrovia, perusahaan yang memproduksi pesawat tersebut, mengatakan bahwa dalam uji coba itu, pesawat mata-mata itu mengelilingi Pangkalan Udara Edwads pada ketinggian sekitar 2.500 meter dalam uji coba selama empat jam dengan menggunakan bahan bakar hidrogen. Sebelumnya, dilakukan uji coba baterai.
"Global Observer telah berkembang pesat dari tahap pengembangan dan uji coba menjadi siap digunakan untuk misi," kata Kepala dan Direktur Eksekutif AeroVironment Timothy E. Conver.
Pada akhir tahun, katanya, perusahaan tersebut berharap dapat membuat pesawat itu terbang pada ketinggian 65.000 kaki, jauh di luar jangkauan sebagian besar peluru kendali antipesawat.
Global Observer memiliki mesin pembakar internal yang membakar hidrogen cair. Mesin itu kemudian menggerakkan generator yang menghasilkan daya untuk memutar empat baling-baling pesawat yang terletak di sayap.
Jika berhasil, kemampuan Global Observer terbang selama tujuh hari tersebut akan memperpanjang daya tahan pesawat mata-mata.
Pesawat mata-mata yang ada saat ini hanya mampu mengangkasa selama sekitar 30 jam, namun Global Observer diharapkan mampu terbang selama satu minggu.
"Hal itu memberikan makna yang sepenuhnya baru dalam hal durasi penerbangan," kata Peter W. Singer, pakar pertahanan yang juga penulis buku Wired for War, buku mengenai peperangan robotika. "Kita akan menghitung penerbangan pesawat dalam hitungan hari, bukannya jam dan menit."
Global Observer menjadi alternatif pesawat mata-mata yang lebih murah dan lebih efektif untuk melakukan pengawasan dari luar angkasa.
Global Observer dibuat di bawah program demonstrasi Pentagon senilai $120 juta oleh 150 orang insinyur dan teknisi di pabrik AeroVironment di Lembah Simi. Perusahan tersebut juga menggunakan komponen-komponen dari pabriknya di Monrovia, tempat perusahaan itu memproduksi sistem pengisian ulang daya untuk mobil listrik.
Dua jenis pesawat lainnya akan diuji coba di Edwards dalam beberapa minggu mendatang.
Salah satunya adalah pesawat mata-mata bersayap kelelawar X-47B buatan Northrop Grumman Corp yang bisa diluncurkan dari kapal pengangkut pesawat dan mampu membawa bom-bom yang dipandu laser.
Satunya lagi adalah pesawat tanpa awak Phantom Ray buatan Boeing yang mampu menyusup ke wilayah musuh untuk mengacaukan perangkat radar.
Akan tetapi, pesawat-pesawat tersebut tidak memiliki kontrak produksi dan masih jauh dari siap untuk digunakan.
Namun, jika dibeli oleh Pentagon, pesawat-pesawat itu dapat mendorong industri dirgantara California Selatan. (dn/dm/lt) www.suaramedia.com