Syabab.Com - Perang rezim-rezim Asia Tengah terhadap Islam dan para pengemban dakwah rupanya belum berhenti. Secara terbuka, di beberapa negeri bekas Uni Soviet tersebut para pengemban dakwah ditangkapi. Seorang yang diduga anggota organisasi Hizbut Tahrir ditangkap di Jalal Abad wilayah selatan Kyrgyzstan seperti dilaporkan Kantor Berita RFE/RL.
Sekretaris Departemen Dalam Negeri di Jalal Abad Taalaibek Suusunbaev mengatakan kepada para wartawan bahwa penduduk kota Kara-Kol berusia 29 tahun tersebut di tahan pada tanggal 26 Januari.
Suusunbaev mengatakan polisi menghentikan mobil tersangka dan menemukan puluhan buku dan selebaran yang ia menyebutnya berisi agama ekstrimis.
Awal bulan ini, tiga anggota Hizbut Tahrir ditangkap di wilayah selatan Osh, dan sejumlah buku yang mempromosikan Islam yang diadopsi kelompok ini ditemukan di utara kota Talas.
Radio Free Europa Radio Liberty (RFE/RL) menyebutkan bahwa Hizbut Tahrir adalah organasasi Islam internasional yang bertujuan untuk menyatukan negeri-negeri Muslim dalam sebuah Negara Islam. Kelompok ini dilarang di seluruh Asia Tengah dan Rusia tetapi legal di kebanyakan negara-negara barat.
Di dalam situsnya, Hizbut Tahrir menolak pelabelan ekstrimis. Menurutnya, Kelompok-kelompok ekstrimis mengeksploitasi rasa takut umat dan memberikan argumen-argumen mentah berdasarkan pemikiran yang lemah dan salah.
"Kami tidak bersembunyi di balik polemik dan slogan - kami yakin kekuatan pemikiran-pemikiran kami terlihat jelas dalam literatur kami. Para anggota kami telah berdiskusi dan berdebat dengan beberapa pemikir terbaik di dunia seperti Noam Chomsky, Daniel Bennett dan Flemming Larsen dari IMF, karena kami yakin satu-satunya cara untuk memajukan manusia ialah dengan terlibat dalam diskusi dan debat global."
"Kami yakin sekarang ini sudah saatnya menghapuskan label kuno ‘ekstrimis’ dan ‘moderat’ dan kami pun yakin bahwa setiap orang yang memiliki pandangan yang berbeda bisa terlibat dalam dialog yang rasional. Jika Anda ingin salah seorang anggota kami berpartisipasi dalam debat atau diskusi panel yang Anda selenggarakan, silahkan kontak kami."
Hizbut Tahrir dilarang di Asia Tengah Hizbut Tahrir berada pada garis terdepan dalam aktivitas politik di Dunia Islam. Hizbut Tahrir telah menantang dan menjadi perhatian para penguasa tiran di Dunia Islam.
"Rezim-rezim tiran itu merespon aktivitas Hizbut Tahrir dengan cara memenjarakan, menyiksa dan membunuhi para anggota kami. Meskipun tantangan kami terhadap rezim-rezim ini berada pada tataran intelektual dan politik, yakni dengan melakukan debat dan diskusi, rezim-rezim ini mengambil langkah melarang dan membungkam partai, karena mereka tidak punya pemikiran intelektualnya sendiri."
Karena rezim-rezim ini tidak menoleransi setiap oposisi, maka partai-partai yang beroposisi lainnya juga dilarang. Meskipun ada pelarangan dan intimidasi terhadap anggota-anggotanya, pemikiran-pemikiran Hizbut Tahrir terus menyebar di masyarakat. [m/rfe/rl/syabab.com]

Post a Comment