WASHINGTON (Berita SuaraMedia) - Kelompok muslim bereaksi setelah muncul berita bahwa militer AS di Irak dan Afghanistan menggunakan senapan yang alat pembidiknya bertuliskan kode Injil. Muslim Public Affairs Council (MPAC) pada hari Rabu (20/01) menyerukan kepada Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Robert Gates untuk segera menarik dari pertempuran peralatan yang ditemukan memiliki enskripsi dari referensi Alkitab.
Ini mengikuti sebuah laporan dari televisi ABC yang mengungkapkan bahwa kontraktor berbasis di Michigan, Trijicon telah menjual hingga 800.000 dari alat pembidik senapannya ke militer AS yang digunakan dalam pertempuran.
Laporan itu mengatakan kode religius, yang merupakan referensi ayat-ayat dari Perjanjian Baru, tampak seperti pelanggaran aturan militer AS melarang pemproselitasi dari agama apapun di Irak atau Afghanistan.
Sebuah pernyataan yang dipasang di situs Trijicon berkata: "Sebagai bagian dari iman kita dan keyakinan kita dalam pelayanan terhadap negara kami, Trijicon telah menempatkan referensi Kitab Suci pada produk kami selama lebih dari dua dekade.
"Selama ada laki-laki dan perempuan dalam bahaya, kami akan terus melakukan segala yang kami bisa untuk menyediakan mereka baik dengan teknologi tinggi serta dukungan dan doa yang tak pernah berakhir dari bangsa yang bersyukur."
Perusahaan mengatakan kepada ABC bahwa tidak ada yang ilegal dalam meletakkan referensi Injil tersebut pada alat pembidik senapan, namun hal tersebut mendapat tanggapan dari gerakan MPAC.
"Memasukan referensi Injil peralatan militer melanggar cita-cita dan nilai-nilai dasar dimana negara kita didirikan di atasnya," kata Direktur MPAC Tarin Haris mengatakan dalam sebuah pernyataan. "Lebih buruk lagi, ia menyediakan amunisi propaganda untuk ekstrimis yang mengklaim ada 'perang Salib melawan Islam' oleh Amerika Serikat."
Menurut ABC, salah satu kutipan pada senapan itu, 2COR4: 6, adalah jelas mengacu II Korintus 4:6 dari Perjanjian Baru.
Bagian itu berbunyi: "Karena Allah, yang memerintahkan terang untuk bersinar keluar dari kegelapan, telah bersinar dalam hati kita, untuk memberikan cahaya pengetahuan kemuliaan Allah di wajah Yesus Kristus."
Kutipan lain diambil dari buku Wahyu, Matius dan Yohanes menyatakan dengan Yesus sebagai "cahaya dunia".
Yohanes 8:12, yang ditulis pada alat pembidik senapan sebagai JN8: 12, berbunyi: "Barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup."
"Ini salah, ini menyalahi Konstitusi, ini menyalahi sejumlah undang-undang federal," kata Michael "Mikey" Weinstein dari Yayasan Kebebasan Beragama Milter (Military Religious Freedom Foundation), sebuah kelompok advokasi yang berusaha menjaga pemisahan gereja dan negara dalam militer.
"Hal itu memungkinkan kelompok-kelompok jihad untuk mengklaim bahwa mereka ditembak dengan senapan Yesus," kata Weinstein. Weinstein adalah pengacara dan mantan opsir Angkatan Udara. Menurutnya, banyak anggota kelompoknya yang saat ini masih mengabdi pada militer mengajukan keluhan tentang kode pada alat pembidik tersebut. Para anggota kelompok tersebut memberitahu Weinstein bahwa para komandan menyebut senapan yang dipasangi alat pembidik itu sebagai "tangan Yesus yang berubah wujud secara spiritual".
Weinstein mengatakan, "Ini mungkin merupakan contoh terbesar tentang pelanggaran terhadap upaya pemisahan gereja dengan negara di negeri ini. Ini secara harafiah mendorong fundamentalis Kristen menodongkan senjata terhadap orang-orang yang mereka perangi. Kita mendorong munculnya seorang musuh."
Trijicon mengantongi berbagai kontrak untuk menyediakan alat pembidik bagi militer AS. Salah satu diantara kontrak tersebut adalah kontrak senilai $660 juta yang berlaku untuk beberapa tahun. Berdasarkan kontrak tersebut, Trijicon harus menyediakan 800.000 alat pengindera bagi Korps Marinir AS.
Juru bicara militer AS dan Korps Marinir AS sama-sama menyatakan bahwa mereka tidak sadar bahwa terdapat kode injil pada alat pembidik yang mereka gunakan. Para juru bicara tersebut menyatakan bahwa mereka sedang merundingkan langkah apa yang akan diambil – jika ada – sehubungan dengan berita ABCNews.com. Tidak diketahui berapa banyak alat pembidik Trijicon yang digunakan militer AS pada saat ini. (iw/ta) www.suaramedia.com

Post a Comment