"Menakutkan", Wanita Muslim Didepak dari Bus Kota

Salah satu armada bus Greyhound. Seorang wanita Muslim berburqa menuntut perusahaan bus tersebut karena melarang wanita tersebut untuk naik ke dalam bus karena ia mengenakan burqa. (Foto: Google) CHICAGO (Berita SuaraMedia) – Seorang wanita Chicago berusaha untuk mengunjungi keluarganya di Arkansas diduga tidak diperbolehkan untuk menaiki sebuah bus Greyhound bulan lalu karena ia mengenakan sebuah burqa. Menurut kantor berita NBC Chicago, Jacquelin Pasha berusaha untuk naik sebuah bus ketika ia dikatakan oleh seorang pegawai Greyhound bahwa burqa "menakutkan".
"Ia mengatakan, 'Anda terlihat menakutkan. Ada begitu banyak yang terjadi di dunia pada masa sekarang karena Anda berpakaian seperti itu, saya tidak bisa melihat wajah Anda'," Pasha mengatakan kepada kantor berita NBC.
Pasha diduga menawarkan untuk menunjukkan wajahnya kepada seorang pegawai perempuan secara pribadi, namun ia disuruh pulang dengan "tiketnya dan sebuah kopor yang penuh dengan hadiah untuk tiga anaknya".
Saya mengatakan, 'Bu, saya akan menunjukkan wajah saya, tidak masalah.' Pegawai tersebut mengatakan, 'Anda kemungkinan memiliki sesuatu di balik burqa Anda.' Saya mengatakan, 'Anda bisa menggeledah saya di sebuah ruangan yang berbeda, katanya menceritakan kembali.
Pada akhirnya, wanita pengantin baru yang telah menjadi seorang Muslim selama sekitar lima tahun dikirim pulang dengan tiketnya dan sebuah kopor.
Pasha mengatakan bahwa ia tidak pernah bermasalah melakukan perjalanan dengan Greyhound pada masa silam, dan ingin perusahaan tersebut untuk membayar kembali uang untuk wanita tersebut dan pengeluaran suaminya pada hotel dan makanan di Chicago sehubungan dengan digagalkannya perjalanan terserbut.
Kantor cabang Chichago Dewan Hubungan Amerika-Islam (Council on American-Islam Relation – CAIR) bekerja sama dengan Pasha untuk mendapatkan uang dari Greyhound, yang menyangkal tuduhan tersebut.
"Pada gilirannya, mereka tidak akan mengakomodasinya, yang  mana mereka secara legal berkewajiban untuk melakukannya di bahwa Undang-undang Hak Asasi Manusia Illinois," kata juru bicara CAIR Lindsey Stemm.
"Wanita tersebut telah melakukan perjalanan dengan Greyhound berkali-kali dan ia tidak pernah memiliki satu masalah sebelumnya.
"Ia sudah berbicara dengan para petugas di telepon yang mengatakan kepadanya bahwa tidak hanya seharusnya kerudung wajahnya menjadi bukan sebuah masalah, bahwa mereka bahkan tidak memiliki sebuah kebijakan yang berhubungan dengan kerudung wajah."
Juru bicara Greyhound membantah klaim Pasha.
"Para konsumen yang menghubungi Anda memiliki sebuah tiket yang tidak dapat dikembalikan untuk perjalanan pada hari tertentu dan ketika konsumen mengindikasikan bahwa ia tidak lagi ingin melakukan perjalanan pada hari itu, kami menerbitkan kembali tiketnya," kata Bonnie Bastian, seorang manajer hubungan media Greyhound. "Tidak ada pada satu titik, apakah kami menolak untuk memperbolehkan wanita tersebut untuk melakukan perjalanan pada bus-bus kami."
Departemen Hak Asasi Manusia menyelidiki dan diharapkan untuk mengembalikan sebuah opini legal segera. (ppt/it/nbc) www.suaramedia.com