Delapan Pengemban Dakwah dari Hizbut Tahrir Diadili di Dushanbe Tajikistan



Syabab.Com - Seperti halnya di zaman Rasulullah Saw, para pengemban dakwah diuji dengan berbagai perlawanan dakwah, mulai dari penganiayaan, propaganda negatif serta pemboikotan. Demikian juga yang menimpa kaum Muslim di Tajikistan. Persidangan delapan anggota Partai Politik Islam Hizbut Tahrir kembali berlangsung di Dushanbe.
Mereka diantaranya, Yusufjon Hafizov, Kamolkhon Salohiddinov, Sobirjon Abdulhomidov, Davlatyor Qurbonov, Tolib Nurov, Soleh Rahmonov, Alijon Yusufov, and Abdurahmon Karimov.

Beberapa dari meraka berasal dari daerah Sughd utara Tajikistan, di mana Hizbut Tahrir mendapatkan dukungan sangat kuat.

Yang lainnya berasal dari Dushanbe dan wilayah selatan Khatlon. Yang paling termuda berusia 26 tahun dan yang tertua berusia 43 tahun.

Penyelidikan atas kasus ini dibawa ke pengadilan oleh Komite Negara untuk Keamanan Nasional. Mereka dituduh dengan tuduhan yang tak berdasar.

Kerabat Hafizov dan Salohiddinov mengatakan bahwa dua orang yang ditahan di Dushanbe beberapa bulan lalu, dan enam lainnya ditahan beberapa waktu kemudian di berbagai negara.

Beberapa kerabat mengatakan pemerintah ingin mendakwa para pemuda tersebut atas perencanaan peledakkan stasiun PLTA Roghun yang saat ini dalam pembangunan. Kerabat mengatakan mereka percaya tuduhan tersebut tidak berdasar.

Dunia mengetahui, Hizbut Tahrir merupakan partai politik Islam global yang tidak pernah sedikitpun menggunakan kekerasan, sekalipun para anggotanya di sebagian tempat mendapatkan perlakukan kekerasan oleh rezim setempat, ditangkapi dan disiksa.

Beberapa anggota keluarga mengakui bahwa beberapa pemuda tersebut memang anggota Hizbut Tahrir dan beberapa diantara mereka telah menghabiskan beberapa tahun di penjara karena aktivitasnya dalam berdakwah.

Jika dinyatakan bersalah atas tuduhan mereka, para pemuda tersebut akan mendapatkan hukuman penjara antara 10 - 12 tahun penjara. Hakim ketua, jaksa, dan pengacara terdakwah menolak berkomentar mengenai kasus ini hingga selesai.

Demikianlah, diantara beberapa ujian keimanan bagi kaum Muslim di Asia Tengah yang tidak pernah surut dengan perlawanan dakwah. Bila melihat perjalanan dakwah Rasulullah Saw, maka hal tersebut belum seberapa.

Bila, kaum Muslim di beberapa negara Asia Tengah harus menghadapi berbagai ujian berupa pemenjaraan dan penyiksaan, lalu atas alasan apa kaum Muslim di belahan negeri lainnya malah berleha-leha dari kewajiban mereka untuk menerapkan Islam melalui metode penegakkan Khilafah, institusi pemersau umat? [m/f/rfe/rl/syabab.com]