Biden: AS di Afghanistan Bukan Untuk Membangun Negara

Wakil Presiden AS, Joe Biden (ki) berbincang dengan Presiden Afghanistan, Hamid Karzai dalam pertemuan di gedung kepresidenan di Kabul, Afghanistan pada 11 Januari 2010. (Foto: Reuters)KABUL, Afghanistan (Berita SuaraMedia) – AS di Afghanistan tidak untuk "memerintah" namun akan menawarkan dukungan melewati sebuah penyerahan keamanan tahun 2014 jika Afghanistan memintanya, Wakil Presiden AS Joe Biden yang sedang melakukan kunjungan mengatakan kepada Presiden Hamid Karzai pada Selasa (11/1) waktu setempat. Dalam sebuah upaya untuk meyakinkan kembali presiden Afghanistan, yang dulunya telah menuduh Washington ikut campur, Biden mengatakan bahwa Afghanistan mampu membangun institusi mereka sendiri dan bahwa AS tidak sedang berada di negara yang tercabik-cabik perang tersebut untuk "membangun negara".
Kunjungan tersebut adalah perjalanan pertama ke Afghanistan oleh Biden sebagai wakil Presiden, yang telah secara terbuka kritis akan Karzai di masa silam, mempertanyakan kredibilitasnya sebagai seorang rekanan dan menuduhnya tidak melakukan cukup banyak hal untuk mengatasi korupsi di dalam pemerintahannya.
Kunjungan Biden juga datang setelah akhir tahun yang paling berdarah dari perang yang berlangsung hampir satu dekade di Afghanistan tersebut, di mana kekerasa berada pada titik terburuknya sejak pasukan Afghanistan yang didukung AS menggulingkan Taliban pada akhir 2011 mengikuti serangan 11 September pada AS.
"Ini bukan merupakan tujuan kami untuk memerintah atau membangun negara. Ini adalah tanggung jawab dari rakyat Afghanistan dan mereka sepenuhnya mampu akan hal tersebut," Biden mengatakan pada sebuah konferensi berita berjajar dengan Karzai.
Sebuah tinjauan ulang perang oleh Presiden Barack Obama pada bulan Desember mengatakan bahwa "perolehan operasional yang patut diperhatikan" telah dibuat dan daya gerak Taliban telah "ditahan" di banyak negara dan dikalahkan di beberapa daerah, namun perolehan apapun rapuh dan bisa diibalikkan.
Peninjauan tersebut juga mengatakan bahwa AS ada di jalur untuk memulai secara bertahap menarik pasukannya – berjumlah sekitar 97.000 di luar sekitar 150.000 pasukan asing – pada bulan Juli.
Penarikan tersebut adalah bagian dari sebuah rencana ambisius yang didukung NATO untuk Afghanistan mengambil pimpinan dalam mengamankan keseluruhan negara tersebut pada tahun 2014.
Biden mengatakan bahwa AS akan tetap di Afghanistan melebihi tanggal tersebut jika Afghanistan menginginkannya.
"AS, jika orang-orang Afghanistan menginginkannya, dipersiapkan, dan kami tidak akan pergi pada tahun 2014," ia mengatakan.
"Semoga, kami akan sudah secara keseluruhan menyerahkan kemampuan tersebut … untuk pasukan keamanan Afghanistan untuk mempertahankan keamanan negara, namun kami tidak pergi jika Anda tidak menginginkan kami untuk pergi."
Biden telah lama menjadi skeptis atas sebuah kehadiran militer dalam jumlah besar di Afghanistan , mendukung sebuah misi kontraterorisme yang lebih sempit mengejar target-target Al-Qaeda di Pakistan dan di sepanjang perbatasan Afghanistan dan komentar-komentar pada Selasa tersebut kemungkinan telah dilihat sebagai sebuah pelunakan dari garis tersebut.
Biden menendang serangkaian pembicaraan keras dengan presiden Afghanistan segera setelah Obama terpilih, terutama atas kegagalannya untuk mengalahkan korupsi yang merajalela.
Untuk bagiannya, Karzai telah menuduh Washington dan barat campur tangan dalam urusannya. Hubungan-hubungan menghantam sebuah dasar tahun lalu ketika Karzai menuduh pemerintah barat melakukan dengan curang pemilihan suara pada sebuah pemilihan suara presiden Agustus 2009 dalam sebuah upaya untuk memasang sebuah pemerintah yang lemah.
Para pejabat yang melakukan perjalanan dengan biden menolak untuk membahas pesan apa yang wakil presiden tersebut kemungkinan sampaikan kepada Karzai, namun kedua pria tersebut bertemua selama satu jam lebih lama dari pada yang dijadwalkan di Istana kepresidenan.
Keduanya kemudian memberikan penilaian  yang positif dari pertemuan mereka namun Biden berlalu dengan cepat sebelum para reporter memiliki waktu untuk menanyakan pertanyaan. (ppt/msn) www.suaramedia.com