12 Pengunjuk Rasa Tewas di Mesir Selatan

Setidaknya dua belas orang tewas dalam bentrokan antara demonstran anti-pemerintah dan pasukan keamanan di Mesir selatan.
Ribuan demonstran turun ke jalan di Beni Suef, terletak sekitar 115 kilometer (72 mil) selatan Kairo, pada hari Sabtu kemarin (29/1) untuk hari kelima meskipun janji Presiden Hosni Mubarak untuk segera menunjuk kabinet baru.
Tank dan pengangkut personel lapis baja dapat dilihat di jalan-jalan Kairo sementara kebakaran dari kekerasan Jumat masih membara.
Beberapa jaringan telepon selular kembali melakukan layanan di ibukota pada Sabtu kemarin setelah ditutup oleh pemerintah pada hari Jumat. Layanan Internet, bagaimanapun, tetap dipotong.
Jumlah orang tewas dalam aksi protes sejak Jumat dilaporkan minimal 100 orang.  Lebih dari 2.000 terluka dalam bentrokan yang mengguncang Kairo, Suez, dan Alexandria.
Sementara itu, gerakan oposisi utama Mesir, Ikhwanul Muslimin, menyerukan untuk pembentukan pemerintah sementara tanpa partai yang berkuasa Partai Demokratik Nasional (NDP).
Ikhwan mengatakan harus ada transfer damai kekuasaan dan Mesir disarankan untuk terus melanjutkan protes.
Ikhwanul Muslimin telah memperingatkan bahwa Mesir akan meledak jika Mubarak terus menolak untuk mendengarkan tuntutan rakyat. (fq/prtv)