Aliansi militer Barat mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa prajurit itu tewas terkena serangan bom IED di selatan negara itu.
Kebangsaan dari tentara dan lokasi yang tepat dari serangan tidak disampaikan.
Tonggak suram bagi pasukan asing dicapai sehari setelah Presiden AS Barack Obama menyatakan "kemajuan" dalam perang di Afghanistan.
Menurut angka resmi, lebih dari 2.270 prajurit yang dipimpin AS telah tewas di Afghanistan sejak invasi 2001 di negeri ini.
Angka yang dikeluarkan oleh kantor berita Afghanistan Baakhtar, menyebutkan korban meninggal pasukan asing malah mencapai hampir 4.500.
Tahun ini telah menjadi paling mematikan bagi pasukan asing selama sembilan tahun perang di Afghanistan karena pasukan asing tewas hampir dua prajurit sehari. NATO telah memperingatkan bahwa tentara asing akan menghadapi lebih banyak kekerasan pada tahun 2011.
ketidakpastian politik dan korban sipil telah meningkatkan tekanan pada AS dan sekutu baratnya untuk menarik pasukan dari Afghanistan.
Meskipun janji sebelumnya oleh Presiden Obama untuk penarikan utama pasukan dari Afghanistan pada bulan Juli 2011, para pejabat Amerika baru-baru ini mengumumkan bahwa tentara AS akan tetap di negara itu setidaknya selama empat tahun ke depan.
Washington mengatakan transisi tidak berarti bahwa pasukan Afghanistan akan bertanggung jawab di mana-mana.
Ratusan warga sipil telah kehilangan nyawa dalam serangan udara yang dipimpin AS dan operasi darat di berbagai bagian Afghanistan selama beberapa bulan terakhir, membuat rakyat Afghanistan menjadi lebih marah atas jumlah yang tampaknya tak berujung dari serangan mematikan itu.
Situasi ini telah menyebabkan meningkatnya sentimen anti-AS di Afghanistan dan seluruh dunia Muslim.
[muslimdaily.net/ptv]

Post a Comment