Pada bulan Agustus lalu, pusat olahraga di Espoo memberikan pengumuman bahwa para klien yang menggunakan pusat olahraga diminta tidak beribadah di tempat tersebut.
Pengumuman yang diposting dalam situsnya, pusat latihan olahraga tersebut meminta kliennya agar tidak makan dan melakukan ibadah (sholat) di dalam fasilitas tersebut.
Hal ini terkait dengan sebuah perpustakaan di dekat pusat olahraga yang menyediakan sebuah ruangan kecil yang diberi pembatas untuk melaksanakan sholat. Perpustakaan tersebut menyediakan ruangan kecil itu pada bulan Ramadhan (Agustus-September) lalu agar digunakan oleh umat Islam menjalankan ibadah disaat mereka berada di perpustakaan tersebut.
Namun sejauh ini, sudah sembilan anggota dewan kota Espoo telah menginginkan bahwa praktek-praktek relijius harus dipisahkan dari pelayanan publik.
Kini umat Islam di Finlandia semakin dipersulit saja saat akan melakukan ibadah sholat, tempat-tempat pelayanan publik akan melarang tempatnya digunakan untuk ibadah, sedang jumlah masjid di negeri tersebut tidaklah banyak. (Za/YLE.FI)

Post a Comment