Pesawat jatuh pada akhir Rabu lalu di distrik Kharwar dari Propinsi Logar, surat kabar The Nation mengutip juru bicara pemerintah provinsi Din Mohammad Darwish mengatakan pada hari Kamis kemarin (18/11).
Aliansi militer pimpinan AS belum mengkonfirmasi insiden tersebut sejauh ini.
Taliban sendiri mengklaim telah menembak jatuh beberapa pesawat pasukan pimpinan AS dan meledakkan sejumlah tank di berbagai bagian Afghanistan selama sebulan terakhir.
Pada hari Ahad lalu, jurubicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan taliban telah menembak jatuh sebuah helikopter milik pasukan militer pimpinan AS di provinsi Kunar Afghanistan timur.
Dia menambahkan bahwa helikopter ditembak jatuh selama operasi ofensif anti-taliban di wilayah yang bermasalah dan tentara pasukan pimpinan AS beberapa diantaranya telah terbunuh.
NATO dan Amerika Serikat telah mendekati 150.000 tentara mereka di Afghanistan dengan 30.000 dari mereka ditempatkan di Provinsi Helmand.
Bom pinggir jalan, yang juga dikenal sebagai alat peledak improvisasi, sejauh ini telah menjadi senjata yang paling mematikan Taliban yang digunakan untuk melawan pasukan.
Taliban telah terkonsentrasi perjuangan mereka selama sembilan tahun melawan pasukan pimpinan Amerika di Afghanistan selatan di provinsi Helmand dan Kandahar.
Opini publik Barat tumbuh semakin negatif terhadap perang Afghanistan. Kematian warga sipil akibat serangan NATO dan AS juga memicu ketegangan antara Presiden Hamid Karzai dan sekutu Barat-nya.
Tentara Amerika telah kehilangan 1.395 prajurit sejak Oktober 2001 ketika Washington menginvasi Afghanistan untuk membasmi pejuang terkait Taliban dan al-Qaidah dan berusaha membawa stabilitas dan keamanan untuk negara itu. (fq/prtv) eramuslim.com

Post a Comment