PBB Sebut Teroris Makin Berbahaya dan Mengancam Dunia, Tetapi Tidak Mau Menyebut Teroris Nyata itu AS

Syabab.Com
- Rupanya, sang teroris dunia berusaha menyembunyikan kejahatannya yang telah membunuh lebih dari sejuta orang di Irak, Afghanistan dan Pakistan. Melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sebuah lembaga dunia yang telah menjadi alat bagi kepentingan Amerika, menyebutkan teroris makin berbahaya dan mengancam negara di dunia, tanpa menyinggung tindakan teroris sesungguhnya oleh Amerika.
Memang benar, tindakan teroris makin berbahaya dan mengancam dunia. Terutama aksi teror yang telah dilakukan oleh negara-negara Barat di bawah pimpinan Amerika Serikat yang terus menerus meneror kaum Muslim di Irak, Afghanistan dan kini di Pakistan.

Kini negeri Muslim terbesar di dunia ini pun, tergiring untuk mengikuti kampanye busuk "global war on terrorism" yang tiada lain "global war on Islam". Paling tidak, para penguasa di negeri ini begitu getol untuk memuluskan isu terorisme pesanan dari sang teroris nyata dunia, sementara terhadap tindakan brutal teroris Amerika dan Israel malah membungkam.

Misalkan saja, Di Nusa Dua Bali, tengah digelar Pelatihan Implementasi Regional Strategi Menangkal Aksi Terorisme PBB di Hotel Ayodya, Nusa Dua, Bali, Kamis (4/11/2010).

Pertemuan yang dibuka Wakil Menteri Luar Negeri Triyono Wibowo dihadiri sembilan negara di Asia Tenggara. Hadir juga beberapa negara anggota PBB, diantaranya Selandia Baru, Australia, Kanada, China, dan Amerika Serikat.

Di dalam acara tersebut, PBB mengindikasikan serangan teroris makin berbahaya dan mengancam keabsahan negara di seluruh dunia. Untuk itu, PBB menginginkan agar seluruh negara bekerja sama meningkatkan kewaspadaan.

"Mereka lebih taktis, lebih strategis, sekaligus lebih berbahaya," kata Jean Paul Laborde, Kepala Satuan Tugas PBB untuk Menangkal Aksi Terorism (CTITF).

Laborde mengatakan, serangan terbaru di Yaman, Afghanistan dan Somalia menunjukkan bahwa serluruh kawasan tidak aman lagi. Hanya sayang, Laborde tidak mengungkapkan penderitaan kaum Muslim di Irak, Afghanistan dan Pakistan serta Palestina yang telah menjadi korban kebrutalan teror Amerika dan sekutunya.

Seperti halnya Amerika, PBB menginginkan seluruh negara bekerja sama untuk meningkatkan kewaspadaan.

"Untuk menghadapi ancaman baru, perlu memperkuat koordinasi kita di tingkat nasional, regional, maupun internasional. Seluruh anggota PBB  bekerja sama, bertukar informasi menghadapi ancaman terorisme," tandasnya.

Sudah cukup bagi kaum Muslim, melihat tindakan brutal Amerika dan sekutunya yang telah membunuh hampir sejuta orang di Irak, Afghanistan dan Pakistan. Hanya sayang, dunia tertipu oleh sebagian media yang telah dibayar para kapitalis, sehingga kejahatan Amerika pun tenggelam.

Negeri Muslim yang menyatakan diri sebagai negeri yang menolak penjajahan di dalam UUD-nya, kini tak mampu menyatakan dengan tegas penolakkannya atas penjajahan tersebut. Bahkan, berbeda dengan para pahlawan terdahulu yang berani mengusir para penjajah, kini agenda Sang Negera Penjajah yang penuh dengan kepentingan malah disambut.

Di tengah-tengah musibah yang menimpa negeri ini, musibah besar siap menghadang di depan. Tanggal 10 November, di mana Bung Tomo meneriakkan pekikkan Allahu Akbar untuk mengusir penjajah di awal kemerdekaan, kini malah Presiden Negara Sang Penjajah akan mendikte negeri ini. Sungguh sangat memalukan! [m/f/dtk/syabab.com]