ISLAMABAD (Berita SuaraMedia) – Pakistan pada Sabtu (27/11) waktu setempat mengumumkan sebuah hadiah $120.000 (10 juta rupee) kepada siapa saja yang mengungkapkan informasi tentang Taliban, ketika Islamabad berjuang untuk mengalahkan gerakan tersebut. "Pemerintah akan membuat pengaturan untuk menampung para pemberi informasi dan keluarga mereka di mana saja di negara tersebut, bahkan di luar negeri, jika mereka tekut Taliban kemungkinan menyakiti mereka," Menteri Dalam Negeri Rehman Malik mengatakan kepada para reporter.
Kantor berita Associate Press di Pakistan mengutip Malik ketika mengatakan bahwa pemerintah akan dengan suka rela "mematahkan punggung" Taliban yang ia katakan sedang "menghembuskan" nafas terakhirnya.
Ia mengatakan bahwa kelompok militan tersebut sedang "putus asa" ketika kelompok tersebut melakukan "aktivitas teroris" di Masjid-Masjid, kuil-kuil dan tempat-tempat umum lainnya.
Ia berkomentar sehari setelah otoritas mengumumkan penahanan dua tersangka pengebom yang direncakanan untuk menyerang sebuah Masjid dan bangunan pemerintah di Islamabad. Seorang pejabat senior kepolisian mengatakan bahwa kedua pria tersebut terhubung dengan Taliban Pakistan.
Malik mengatakan bahwa sebagian besar Taliban termasuk ke dalam militan yang membekali Lashkar-e-Jhangvi dan Sipah-e-Sahaba.
Lashkar-e-Jhangci dianggap sebagai kelompok yang paling ekstrim di Pakistan, dituduh atas pembunuhan ratusan Syiah setelah kemunculannya pada awal tahun 1990-an. Kelompok tersebut dilarang oleh Presiden Pervez Musharraf pada tahun 1999.
Kelompok tersebut memainkan sebuah peranan kunci dala penculikan dan pembunuhan pada tahun 2002 jurnalis Amerika, Daniel Pearl dari Karachi dan pembunuhan kembar yang gagal tawaran atas kunci sekutu AS Musharraf pada Desember 2003.
Sipah-e-Sahabah juga adalah sebuah kelompok ekstrimis di balik serangan Syiah.
Sekitar 4.000 orang telah terbunuh di dalam serangan bunuh diri dan serangan bom yang telah dipersalahkan pada Taliban dan jaringan kelompok militan lainnya di seluruh Pakistan karena pasukan pemerintah menyita sebuah Masjid ektrimis di Islamabad pada Juli 2007.
Taliban dan kelompok-kelompok yang terhubung dengan Al-Qaeda memiliki pangkalan-pangkalan belakang di bagian barat laut Pakistan dan sabuk suku semi-otonomi di perbatasan Afghanistan.
Para pejabat Pakistan dan AS mengatakan bahwa para pemimpin mereka menikmati sedikitnya beberapa langkah-langkah perindungan dari Pakistan.
Pakistan sama sekali menyangkal adanya kolusi dan mengatkan bahwa lebih dari 2.420 pasukannya telah terbunuh daam pertemuran dengan kelompok militan sejak tahun 2002, ketika AS menempatkan negara tersebut di barisan depan dari perangnya dengan Al-Qaeda.
Pakistan nampaknya mengadopsi langkah ala 'sayembara berhadiah' tersebut dari AS yang pada awal September tahun ini pernah pula menawarkan hadiah sebesar $5 juta untuk informasi terbaru untuk menangkap Hakimullah Mehsud, seorang pimpinan kunci Taliban Pakistan yang di dakwa atas dugaan keterlibatan pembunuhan tujuh warga AS di sebuah pangkalan militer Amerika di Afghanistan. (ppt/aby/voa/cnn) www.suaramedia.com

Post a Comment