Pada tahun 1987, Barschel adalah seorang politisi rising star pada partai Chrisitian Uni Demokratik Jerman. Dia baru saja mengundurkan diri dari posisinya sebagai sekretaris negara untuk Schleswig-Holstein setelah media menuduhnya melakukan politik kotor terhadap lawan politiknya.
Setelah individu misterius mengundangnya untuk bertemu di sebuah hotel di Jenewa untuk menerima informasi terkait tuduhan media terhadapnya, besoknya ia ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa di bak kamar mandi hotel. Awal penyebab kematiannya menurut laporan masih misterius, di mana ada yang menyatakan bahwa ia bunuh diri namun sebagian pakar menyebut ia dibunuh.
Namun tidak diragukan lagi, mengingat kemampuan patologi forensik hari ini mereka pasti sudah bisa lebih pasti menjawab bagaimana Uwe Barschel tewas. Seperti pada kasus di Dubai, awalnya pihak berwenang di Dubai berpikir Al-Mabhuh tewas karena serangan jantung. Namun hanya dengan tes toksikologi berikutnya yang jauh lebih canggih terungkap bahwa kematian Mabhuh akibat suntikan racun yang mematikan.
Dalam salah satu bukunya, mantan agen Mossad, Victor Ostrovsky berpendapat bahwa Mossad membunuh Barschel karena hal yang berkaitan dengan transaksi senjata Iran-Israel. Israel ingin menggunakan pelabuhan Kiel di Schleswig-Holstein untuk mengapalkan rudal ke Iran.
Dalam sebuah wawancara dengan Yediot Aharonot, Ostrovsky menambahkan bahwa Barschel memiliki pengetahuan parsial kerjasama militer antara Iran, Jerman dan Amerika Serikat dan termasuk komponen pengganti pengiriman militer ke Iran bersama dengan pembelian senjata dan pelatihan pilot Iran di Jerman.
Setelah ia mengundurkan diri, ia mengancam akan membongkar skandal tersebut pada seluruh operasi, sehingga menyebabkan Mossad harus menyingkirkannya.
Seorang ahli toksikologi Swiss terkemuka, Dr. Hans Brandenberger, berpendapat bahwa metode yang digunakan untuk membunuh Barschel sesuai dalam parameter apa yang biasa dilakukan Mossad dalam membunuh.
"Hasil kimia menunjukkan sebuah pembunuhan ... karena kompleksitas dari lokasi pembunuhan. Untuk kejahatan seperti ini kemungkinan besar tim profesional yang bekerja, bukan satu orang," tegas Dr. Hans Brandenberger.
Brandenberger adalah ahli pertama yang menguatkan klaim Ostrovsky bahwa kemungkinan besar Barschel dibunuh oleh Mossad.(fq/eurasiaview)eramuslim.com

Post a Comment