Majlis Buhuts Al Islamiyyah Lil Muballighoh Surabaya : Tolak Obama dan Kerjasama Kemitraan Komprehensif Indonesia - AS

HTI Press. “Saya sangat prihatin dengan diamnya kaum muslim atas kedatangan Obama ke Indonesia. Seharusnya umat Islam menolak Obama!” suara lantang Ustadzah Sri Mulyaningsih, muballighoh Surabaya menggema di Gedung Wanita Jl Kalibokor Surabaya. “Tidak ada solusi lain untuk mengatasi persoalan umat Islam, selain dengan khilafah. Umat Islam harus bersama-sama HTI memperjuangkan syariah dan khilafah!” Sri Mulyaningsih mengakhiri testimoninya dengan penuh semangat di depan sekitar 500 muballighoh dari Surabaya dan sekitarnya, di acara Majlis Buhuts Al Islamiyyah Lil Muballighoh (7/11).
Tak kalah dengan Ustadzah Sri Mulyaningsih, Nyai Bahriah (PP Nurul Quro’ Angsana Mumbulsari Jember) mengingatkan umat Islam bahwa menyambut Obama sebagai kepala Negara kafir harby fi’lan adalah haram. Sehingga tidak selayaknya umat Islam menerima kedatangan Obama ke Indonesia, bahkan memberi karpet merah sebagai penghormatan.
Ustadzah Nur Sa’adah (muballighoh Mojokerto) sangat bangga dengan semangat Muslimah HTI yang terus menerus menyadarkan umat tentang penjajahan yang dilakukan Amerika terhadap Indonesia. “Semoga Allah SWT tidak mengijinkan Obama menginjakkan kakinya di Indonesia!” kata Ustadzah Nur Sa’adah.
Testimoni ini semakin menguatkan komitmen para muballighoh menolak Obama dan agenda Kerjasama Kemitraan Komprehensif Indonesia dan AS. Ratusan muballighoh membubuhkan tanda tangannya di atas kain putih sebagai tanda sepakat terhadap Tausiyah Siyasiyyah Muballighoh atas Kedatangan Presiden Barak Obama dan agenda kemitraan komprehensif Indonesia AS, yang berisi :
1.      Menyatakan menolak kedatangan Presiden AS Barack Obama, kepala negara kafir harbiy fi’lan,  ke Indonesia, dan mendorong umat Islam Indonesia untuk mendorong  pemerintah agar tidak menerima, menyambut, atau memperlakukan Barack Obama layaknya tamu yang terhormat.
2.      Menolak seluruh agenda jahat-imperialistik  AS yang dijalankan di negeri ini, khususnya agenda “Kemitraan Komprehensif” yang jelas-jelas membawa madlarat dan mafsadat bagi negeri ini, khususnya umat Islam.  Mendorong  umat Islam Indonesia untuk mendesak pemerintah agar menolak, membatalkan, dan menganulir seluruh perjanjian dan kerjasama dengan AS, termasuk di dalamnya “Kemitraan Komprehensif”.
3.      Menyampaikan taushiyyah (rekomendasi) pada seluruh komponen umat Islam sebagai berikut:
a.       Mengajak seluruh komponen umat Islam di Indonesia, khususnya penguasa dan politisi, partai, ormas, serta elemen-elemen umat Islam yang lain untuk bersama-sama menolak kedatangan Barack Obama, dan sekularisme-demokrasi yang jelas-jelas telah menjadi sumber madharat bagi bangsa ini.
b.      Mengajak seluruh komponen umat Islam khususnya Muballighah, untuk berada di garda terdepan dalam perjuangan menegakkan syariah dan khilafah serta memberikan ta’yid (dukungan)  pada para pengemban dakwah yang berjuang untuk menegakkan syariah dan khilafah
Majlis Buhuts Al Islamiyyah Lil Muballighoh dibuka dengan opening speech oleh Ustdzah Asma Amnina (anggota DPP Muslimah HTI). Ustadzah Nabila As Syafi’i (anggota DPP Muslimah HTI) akan memberikan materi tentang Kedatangan Obama dan Kemitraan Komprehensif Amerika Serikat Indonesia, Bahaya Bagi Keluarga Muslim. Ustadzah Rif’ah Kholida (anggota DPD I Jatim Muslimah HTI) menyampaikan materi tentang Hukum Menyambut Tamu Kepala Negara Penjajah.
Para muballighoh menandatangani Tausiyah Siyasiyyah Muballighoh
Para muballighoh menandatangani Tausiyah Siyasiyyah Muballighoh
Para pembicara (dari kiri ke kanan): Ustadzah Nabila As Syafi’i (anggota DPP Muslimah HTI), Ustadzah Rif’ah Kholida (anggota DPD I Jatim Muslimah HTI), Ustadzah Retno Sukmaningrum sebagai moderator
Para pembicara (dari kiri ke kanan): Ustadzah Nabila As Syafi’i (anggota DPP Muslimah HTI), Ustadzah Rif’ah Kholida (anggota DPD I Jatim Muslimah HTI), Ustadzah Retno Sukmaningrum sebagai moderator