Dana Perang Afghanistan, Beban Baru Kerajaan Obama

WASHINGTON (Berita SuaraMedia) – Sebuah satuan tugas independen memperingatkan Presiden Barack Obama pada Jum'at (12/11) waktu setempat tentang biaya yang tinggi dari Perang Afghanistan dan mengatakan bahwa ia seharusnya mempertimbangkan sebuah misi militer yang terbatas jika tinjauan ulang Desember-nya  merasa bahwa strategi terbarunya tidak berhasil. 25 anggota satuan tugas tersebut, dipimpin oleh mantan Deputi Menteri Luar Negeri, Richard Armitage dan mantan penasihat keamanan nasional Samuel Berger, mengatakan bahwa pihaknya melihat "tanda-tanda yang penuh harapan" di Afghanistan, seperti meningkatnya pelatihan satuan keamanan, namun tren lainnya kurang mendukung.
"Gambaran gelap dan biaya yang tinggi menimbulkan pertanyaan apakah AS seharusnya menghemat ambisinya dan mengurangi kehadiran militer di Afghanistan," satuan tugas tersebut mengatakan dalam laporan 98 halaman.
"Kami sadar betul ancaman nyata yang kami hadapi. Namun kami juga sadar akan biaya dari strategi yang dijalani sekarang. Kami tidak dapat menerima biaya tersebut kecuali strategi tersebut mulai menunjukkan tanda-tanda perkembangan," kata satuan tugas tersebut, yang dispsonsori oleh yayasan think tank the Council on Foreign Relations (Dewan Hubungan Luar Negeri).
Dan Markey, seorang analis Asia Selatan pada dewan tersebut yang adalah seorang direktur proyek untuk laporan tersebut, mengatakan bahwa penemuan tersebut adalah sebuah "refleksi sederhana dari sebuah konsensus Washington yang sangat skeptis dan mengkhawatirkan" tentang perang tersebut.
Satuan tugas tersebut disusun dari sebuah jangkauan dewan mantan pejabat pemerintah, para pemimpin militer, akademisi dan jurnalis dengan keahlian di kawasan tersebut. Laporan tersebut tidak diminta oleh pemerintahan Obama, namun satuan tersebut benar-benar bebicara kepada para pejabat yang terlibat dengan masalah tersebut.
Kelompok tersebut memberikan sebuah dukungan yang memenuhi syarat pada strategi gaya kontra-perlawanan yang ambisius milik Obama, namun hanya jika strategi tersebut dengan jelas membuat perkembangan.
"Jika peninjauan ulang  strategi AS di Afghanistan pada Desember 2010 menyimpulkan bahwa strategi saat ini tidak berhasil, satuan tugas tersebut merekomendasikan bahwa sebuah pergantian pada misi yang lebih terbatas pada sebuah tingkatan satuan militer – yang dikurangi dengan jumlah yang banyak sekali – akan dibenarkan," laporan tersebut mengatakan.
Strategi pemerintah baru-baru ini menyerukan satuan yang dipimpin AS, termasuk hampir 100.000 pasukan Amerika, mengacaukan Al-Qaeda dan sekutu Taliban-nya sementara pelatihan militer dan kepolisian Afghanistan  mengambil alih keamanan.
Pada saat yang bersamaan, penduduk sipil asing bekerja untuk membantu memajukan pemerintahan Afghanistan dalam sebuah upaya untuk memperluas dukungan popular untuk pemerintahan tersebut.
Sementara tinjauan Desember mulai mendekat, sangat jelas bahwa pejabat pertahanan meyakini bahwa rencana perang tersebut berhasil namun membutuhkan lebih banyak waktu lagi, meskipun terdapat peningkatan korban dan kekerasan yang membruruk.
Para pejabat pemerintahan telah mulai mengecilkan tenggat waktu Juli 2011 Obama untuk mulai menyerahkan keamanan kepada satuan pasukan Afghanistan dan penarikan para pasukan AS jika kondisinya memungkinkan.
Menteri Pertahanan AS, Robert Gates dan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton mengatakan pada pekan ini bahwa mereka memperlihatkan rencana Presiden Afghanistan Hamid Karzai untuk mengasumsikan bertanggung jawab sepenuhnya untuk keamanan negara tersebut pada 2014 sebagai tujuan realistis yang NATO seharusnya dukung pada pertemuan tingkat tingginya bulan ini.
Para pejabat pemerintah telah mengindikasikan untuk melangsungkan di luar batas sebuah evaluasi sempit dari tempat-tempat di mana Afghanistan kemungkinan dapat bertanggung jawab untuk keamanan dan juga memasukkan sebuah "penilaian dengan mata yang jelas" dari apakah ada cukup perkembangan untuk menyimpulkan strategi tersebut berhasil.
"Hal yang penting bahwa apa yang laporan tersebut lakukan adalah berusaha untuk memperjelas seharusnya nampak seperti apa perkembangan tersebut, Markey mengatakan.
Laporan tersebut mendesak pemerintahan untuk menjawab pertanyaan seperti apakah kemampuan kepolisian dan angkatan darat Afghanistan telah secara signifikan meningkat, apakah momentum dalam daerah yang diperebutkan tersebut telah beralih menentang perlawanan dan apakah kehidupan normal kembali ke kawasan tersebut ketika operasi NATO telah diselesaikan. (ppt/msn) www.suaramedia.com