"Kami secara tegas menolak program outlet atau ATM kondom di Babel, karena jika ini dilaksanakan akan menimbulkan persepsi lain yang justru mengarah pada pelegalan lokalisasi dan seks bebas," kata Ketua Harian HTI Babel, Sofyan Rudianto seusai audiensi dengan pengurus Komisi Penanggulangan Aids (KPA) di Pangkalpinang, Kamis.
Ia menambahkan, jika program ini dijalankan efeknya akan meluas kepada remaja dan masyarakat, karena akses mendapatkan kondom ini mudah dan memungkinkan terjadinya seks bebas di kalangan remaja.
"Butuh solusi yang komprehensif dan ketegasan pemerintah untuk menutup lokalisasi, dan harus ada Undang-Undang atau hukum yang mengatur seks bebas yang selama ini kami melihat pemerintah tidak tegas untuk menutup lokalisasi," ujarnya.
Menurut dia, HTI akan membicarakan masalah ini lebih lanjut kepada pemerintah dan aparat kepolisian untuk sanksi dan mendesak pemerintah Kota Pangkalpinang untuk merevisi Perda nomor 02 tahun 1962 yang menyatakan kota Pangkalpinang bebas prostitusi.
"HTI menawarkan kepada KPA untuk bersama menanggulangi penyebaran HIV /AIDS dengan membantu KPA untuk sosialisasi maupun pemberantasan di Babel, agar tidak menyebar luas kepada masyarakat," katanya.
Memang, sudah seharusnya kaum Muslim dengan tegas menolak segala bentuk solusi palsu berbau kapitalisme yang menyebabkan persoalan sosial semakin rusak. Kaum Muslim hanya membutuhkan satu kesatuan politik yang dapat menerapkan syariah sebagai solusi tuntas atas berbagai problematika sosial yang menimpa negeri Muslim terbesar di dunia ini. Hal itu hanya bisa terwujud di bawah naungan Khilafah, insya Allah tidak akan lama lagi. [m/ant/syabab.com]

Post a Comment