Rakyat Afghanistan Marah Atas Kehadiran Pasukan Penjajah Teroris AS yang Telah Membunuh Kaum Muslim

Siapa pun tidak rela ketika negeri tanah airnya diduduki atau dijajah oleh bangsa lain, kecuali hanya para pengkhianat saja, apalagi bila sang penjajah tersebut terus menerus membunuhi warga sipil. Demikianlah, ekspresi kemarahan rakyat Afghanistan yang turun ke jalan menyuarakan kemarahan mereka atas serangan pasukan penjajah pimpinan AS yang menewaskan puluhan orang di bagian timur negeri tersebut.
Serangan teroris pimpinan AS, yang berlangsung pada hari Jumat, memicu ratusan orang melancarkan demonstrasi anti-AS di Provinsi Laghman, Afghanistan, Sabtu, 25/09/2010.

Beberapa pengunjuk rasa dilaporkan terluka setelah polisi menembakkan tembakan peringatan untuk membubarkan kerumunan.

Protes terjadi, menurut sumber lokal, 30 warga sipil termasuk perempuan dan anak-anak kehilangan nyawa mereka dalam operasi teroris yang dipimpin oleh AS di provinsi tersebut.

Pejabat NATO, mengatakan bahwa target serangan adalah orang-orang yang bersenjata. Sementara para pengunjuk rasa mengatakan, warga sipil Afghanistan menjadi korban operasi militer teroris pimpinan AS tersebut.

Ratusan warga sipil telah kehilangan nyawa dalam serangan udara yang dipimpin AS dan operasi darat di berbagai bagian negara yang dilanda perang selama bulan terakhir.

Kehadiran pasukan asing di negeri tersebut tentu saja tidak akan mungkin terjadi tanpa bantuan dari para penguasa negeri setempat yang telah mengkhianati kaum Muslim.

Tanpa keberadaan Khilafah, Amerika Serikat atas nama kampanye busuk "Global War on Terorism" telah membuat jutaan kuam Muslim tewas, baik di Irak, Afghanistan, Pakistan, dan negeri-negeri Muslim lainnya.

Sudah saatnya kaum Muslim bersatu padu mengembalikan kemuliaan dan kewibawaan mereka di bawah payung Khilafah Rasyidah. Insya Allah, tidak akan lama lagi. [m/f/prstv/syabab.com]